Monday , August 21 2017
Topik Terhangat

Manuver Politik Antasari Pasca Grasi Dikabulkan Jokowi

Manuver Politik Antasari Pasca Grasi Dikabulkan Jokowi

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar kelihatan menghadiri debat Cagub-Cawagub DKI Jilid II yg digelar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (27/1) malam. Menggunakan batik lengan panjang, pria berkumis itu duduk di barisan depan bersama pendukung pasangan Cagub-Cawagub DKI Jakarta nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok)- Djarot Saiful Hidayat.

Kehadiran Antasari pun disambut meriah pendukung Ahok-Djarot. Mereka berteriak seraya menyalami mantan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, itu.

“Bongkar. Bongkar. Bongkar. Bongkar,” kata pendukung pasangan calon petahana di Aula Birawa, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (27/1).

Antasari mengaku kedatangannya buat mendukung segera pasangan calon yg diusung PDIP, Golkar, NasDem, dan Hanura, itu. Alasannya, karena Antasari menganggap Ahok pantas buat memimpin Pemprov DKI Jakarta.

Antasari mengatakan, Jakarta membutuhkan pemimpin yg pikirannya cerdas dengan tangan yg gesit. Karakteristik tersebut didapatkannya dengan pengalaman tinggal di ibukota selama 10 tahun.

“Jakarta itu perlu pemimpin pikiran yang cerdas, tangan yang gesit, nah itu ada di calon nomor dua,” kata Antasari usai acara debat.

Dia mengungkapkan, dukungan tersebut bukan sembarang yang berasal memberikan dukungan. Sebab menurut dia, dari tiga pasangan calon, Ahok itu yg pantas memimpin Jakarta.

“Saya dukung yg betul-betul pantas jadi gubernur, aku lihat itu ada di nomor beberapa dan mudah-mudahan,” tutur Antasari.

Pada kesempatan berbeda, Ahok tak terlalu banyak berbicara mengenai adanya dukungan dari Antasari tersebut. Dia mengatakan, dukungan tersebut diberikan lantaran mereka berdua memiliki kampung halaman yg sama.

“Sama-sama orang Belitung,” tutup Ahok.

Bukan kali ini saja Antasari nongol di acara bernuasa politik. Pada Senin (23/1), Antasari menghadiri perayaan ulang tahun Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat.

Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan, partai besutan Megawati Soekarnoputri itu terus menjadi rumah buat mereka yg mencari keadilan. Dia menyakini ini alasan mengapa Antasari akhirnya merapat ke pasangan petahana.

“PDI Pejuangan memang terus menjadi rumah untuk mereka yg tak mendapatkan keadilan sosial. Antasari melihat bagaimana satya meva jayate yg diyakini PDI Perjuangan yg artinya kebenaran mulai menang,” kata Hasto menanggapi kehadiran Antasari di beberapa acara politik tersebut.

Dia bahkan membuka pintu selebar-lebarnya untuk Antasari bagi bergabung dengan PDI Perjuangan. Mengingat antara partai berlambang banteng moncong putih tersebut memperjuangkan kebenaran yg tak mungkin mampu ditutupi.

“Tentu saja kita terbuka sekiranya beliau (Antasari) menyatakan mulai bergabung ke PDIP dan suasana kebatinan yg menyatukan adalah nilai yg sama,” terangnya.

Sementara, dukungan yg diberikan oleh Antasari memperkuat posisi Basuki atau akrab disapa Ahok itu. Bahkan, dukungan tersebut disampaikan usai menyaksikan debat terbuka kedua yg diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta.

“Pak Antasari tadi menyatakan memberi dukungan kepada pasangan Pak Ahok dan Pak Djarot. Sehingga, ada pendekar keadilan yg juga bergabung pada Pak Ahok dan Pak Djarot,” katanya.

Dia menambahkan, dukungan dari Antasari ini membuat optimisme pemberantasan korupsi di Pemprov DKI Jakarta bisa selalu dilanjutkan. Sehingga perlu sosok yg tegas agar menciptakan birokrasi yg bebas dari pungutan liar dan proyek titipan.

“Kita memerlukan orang yg betul-betul tegas seperti Pak Ahok. Daripada orang yg kelihatan santun, tetapi sangat kompromis dengan korupsi,” tutupnya.

Diketahui, mantan Ketua KPK Antasari Azhar akhirnya menghirup udara bebas setelah pada 10 November 2016 dulu dinyatakan bebas bersyarat. Antasari mendapat bebas bersyarat setelah menjalani beberapa pertiga masa tahanan dari vonis 18 tahun penjara atas perkara pembunuhan bos PT Putra Rajawali Bantaran, Nasrudin Zulkarnain.

Selang berapa lama kemudian, permohonan grasi Antasari yg diajukan pada 9 Mei 2015 dikabulkan Presiden Joko Widodo pada Januari 2016. Dengan keluarnya Keppres soal permohonan grasi tersebut, status Antasari bebas murni tahun ini.

Meski terdapat sejumlah kejanggalan soal keterlibatan Antasari, pengadilan ketika itu tetap menjebloskan mantan jaksa itu ke penjara. Pasca bebas pada 10 November lalu, Antasari pernah berjanji mulai mengungkap masalah yg membelitnya tersebut.

Bahkan Antasari dua waktu dahulu sampai menyindir Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mengungkap kasusnya ketimbang berkicau di twitter soal juru fitnah dan hoax sudah berkuasa. Antasari menilai SBY yg nobatene menjabat sebagai presiden ketika dirinya terjerat masalah mendapat laporan soal apa yg terjadi.Baca juga:
Ini penilaian Antasari soal debat kedua Pilgub DKI Jakarta 2017
Hasto sebut PDIP buka pintu selebar-lebarnya buat Antasari Azhar
Antasari Azhar nilai Ahok yg layak pimpin Jakarta
Demokrat persilakan Antasari bongkar masalah pembunuhan bos Rajawali
Politisi Gerindra sindir Antasari: Minta grasi berarti mengaku salah
Kapolri Tito janji pelajari kembali masalah Antasari Azhar
Nonton debat Cagub DKI, Antasari Azhar duduk di kubu Ahok-Djarot

Sumber: http://www.merdeka.com

Komentar Anda

You might also likeclose