Friday , August 18 2017
Topik Terhangat

Penyuap Patrialis Merasa Bersaing Dengan Bulog Soal Impor Daging

Penyuap Patrialis Merasa Bersaing Dengan Bulog Soal Impor Daging

JAKARTA, KOMPAS.com – Basuki Hariman, importir daging yg disangka menyuap Hakim Konstitusi, Patrialis Akbar, merasa memiliki kepentingan dalam uji materi Undang-undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Basuki merasa salah sesuatu frasa dalam UU tersebut merugikan perusahaannya.

Namun, di sisi yang lain frasa dalam UU tersebut dinilai oleh Basuki cuma menguntungkan Bulog dalam mengimpor daging.

“Yang boleh impor daging sapi dari India cuma sesuatu perusahaan, Bulog, ini jelas monopoli,” ujar Basuki di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (28/1/2017).

(baca: Penyuap Patrialis Ingin Uji Materi Dikabulkan MK agar Bisa Jualan Lagi)

Menurut Basuki, dua pasal dalam UU No 41/2014 mengatur bahwa impor daging mampu dikerjakan dari suatu negara atau zona tertentu.

Dengan adanya frasa yg mengatur tentang zonasi, cuma ada dua wilayah yg diperbolehkan melakukan impor daging ke Indonesia.

Meski tak disebutkan secara detail dalam UU, kewenangan impor zonasi tersebut cuma dikerjakan oleh Bulog.

 

(baca: Penyuap Patrialis Punya 20 Perusahaan Impor Daging)

Basuki kemudian mendukung para pemohon yg melakukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi.

Para pemohon meminta MK menilai frasa zona atau suatu negara bertentangan dengan konstitusi.

Untuk mendorong keberhasilan para pemohon dalam melakukan uji materi, Basuki menyuap Patrialis melalui orang dekat Patrialis, Kamaludin.

“Memang aku ingin supaya judicial review dapat berhasil,” kata Basuki.

(baca: Basuki Hariman Akui Beri Uang kepada Orang Dekat Patrialis)

Patrialis Akbar dan Basuki ditangkap dalam operasi tangkap tangan, Rabu (25/1/2017).

Ia ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga menerima suap sebesar sebesar 20.000 dollar Amerika Serikat dan 200.000 dollar Singapura, atau senilai Rp 2,15 miliar dari Basuki.

Patrialis sebelumnya membantah menerima suap. Mantan Menteri Hukum dan HAM tersebut tak terima dengan penetapannya sebagai tersangka oleh KPK.

(baca: Patrialis: Demi Allah, Saya Betul-betul Dizalimi)

Hal itu dikatakan Patrialis seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Jakarta, Jumat (27/1/2017). Seusai diperiksa, Patrialis ditahan oleh KPK.

“Demi Allah, aku betul-betul dizalimi. Saya tak pernah menerima uang sesuatu rupiah pun dari Pak Basuki,” ujar Patrialis.

Patrialis justru menganggap dirinya sebagai korban, bukan seorang pelaku korupsi. Ia meminta agar para hakim Mahkamah Konstitusi serta masyarakat memahami bahwa dirinya sedang mendapat perlakuan tak adil.

Kompas TV Inilah Sosok Tersangka Hakim Konstitusi Patrialis

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose