Monday , August 21 2017
Topik Terhangat

Beberapa Hal Penting Sebelum Menikah

Beberapa Hal Penting Sebelum Menikah

Jakarta (ANTARA News) – Menikah adalah keputusan besar yg harus dipikirkan secara masak. Siap menikah bukan cuma soal urusan menyewa gedung, katering, busana buat akad dan resepsi atau rumah baru yg mulai ditempati.
Psikolog klinis Pingkan Rumondor menyampaikan seseorang yg bersiap menikah milik kemampuan menyandang peran sebagai suami atau istri. Orang yg bersiap menikah juga dapat menjaga komitmen dalam hubungan sakral tersebut.
Dosen jurusan Psikologi di Universitas Bina Nusantara itu mengungkapkan kemampuan individu dan interpersonal yg dibutuhkan agar bersiap menikah dari hasil rumusan para ahli.
Beberapa Hal Penting Sebelum Menikah
Berikut adalah kemampuan yg diperlukan sebelum menikah:
1. Komunikasi
Anda tentunya mulai selalu berinteraksi dengan pasangan selama menikah. Setiap hubungan memang dinamis dan tak selamanya manis, tetapi Anda harus tahu cara berkomunikasi dengan baik agar hubungan tetap harmonis.
Anda harus dapat mendengar dengan empati dan dapat mengatakan pendapat pada pasangan tanpa menyakiti hatinya. 
Jangan lupa berdiskusi dengan pasangan mengenai gaya komunikasi yg diharapkan dalam pernikahan.
2. Mengatur keuangan
Sering bokek di tanggal tua? Coba perbaiki cara mengatur keuangan sebelum Anda menetapkan buat menikah. 
Pingkan berpendapat kemampuan mengatur keuangan itu relevan dengan langgengnya suatu hubungan. Dia menyampaikan ekonomi adalah salah sesuatu faktor penyebab perceraian di Indonesia.
“Menurut saya, faktor ekonomi disini bukan cuma karena tak cukup, tapi karena kurang mampu mengatur keuangan dan mengkomunikasikan ke pasangan. Maka sangat utama menyiapkan kemampuan mengatur keuangan sebelum menikah.”
Beberapa Hal Penting Sebelum Menikah
3. Kesepakatan soal anak dan pola asuh
Bicarakan dengan calon pasangan seumur hidup mengenai rencana masa depan, termasuk berapa jumlah anak yg kami inginkan. Selain itu, sepakati pola asuh yg mulai diterapkan pada buah hati kelak. 
Sebaiknya Anda dan pasangan mencari tahu tetek bengek soal pola asuh anak sebelum menikah agar dapat berdiskusi dan menemui kata sepakat.
4. Berbagi peran suami istri
Anda dan pasangan harus mampu memahami seperti apa peran suami dan peran istri. Jangan lupa komunikasin hal itu dengan pasangan serta berbagi peran dengan setara.
5. Kenali latar belakang pasangan
Menikah dengan seseorang sama saja dengan menjadi anggota baru dari sebuah keluarga besar. Jagalah hubungan baik dengan keluarga baru Anda. 
Cara terbaiknya adalah dengan memahami kebiasaan dari keluarga pasangan. Begitu Anda telah tahu kuncinya, tentu tidak sulit mengakrabkan diri dengan keluarga besar.
Beberapa Hal Penting Sebelum Menikah
6. Sepakat tentang agama
Sepakati nilai-nilai dan kebiasaan religius yg diterapkan dalam pernikahan.
7. Hobi dan waktu luang
Anda suka menonton film di bioskop tapi pasangan lebih memilih bermain game seharian pada hari libur? 
Coba pahami serta bicarakan minat dan hobi masing-masing. Diskusikan bagaimana cara membagi waktu luang kelak, kapan waktunya berduaan, kapan menikmati hobi sendirian atau kapan saling menjajal hobi masing-masing. 
8. Pahami perubahan pada pasangan dan pola hidup setelah menikah
Pola kehidupan ketika masih berpacaran tentu berbeda setelah menikah. Perubahan juga terjadi seiring usia pernikahan.
“Dari sisi psikologis, tiap usia pernikahan memiliki tugas perkembangan dan tantangannya masing-masing,” kata Pingkan. 
Dia mencontohkan, masa awal pernikahan di mana pasangan masih saling beradaptasi sesuatu sama lain. 
“Saat istri hamil pertama, menjadi masa penyesuaian yg yang lain lagi, ketika anak lahir, biasanya kepuasan menikah mulai menurun,” katanya.
“Ketika anak remaja, mulai menghadapi berbagai tantangan gelora jiwa remaja. Ketika anak dewasa dan akan meninggalkan rumah, mulai kembali banyak waktu berdua dan kepuasan pernikahan biasanya kembali meningkat.”
Pingkan menambahkan, “Berdasarkan hasil mahasiswa skripsi aku pada pasangan muda yg bertunangan di Jakarta, terdapat dua faktor psikologis yg mendukung kemampuan-kemampuan itu.”
Ada tiga faktor psikologis yg berpengaruh, yaitu:
1. Regulasi emosi
Ubah cara pandang mengenai suatu hal yg membuat hati gondok dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan.
“Misalnya, ketika merasa kesal dengan perilaku pasangan, mampu mengubah pikiran ‘Pasangan aku terus untuk kesal” dengan “Sepertinya dia sedang lelah malam ini, jadi sedikit mengesalkan’”, kata dia.
Strategi seperti itu mampu meredam emosi Anda sehingga perang dengan pasangan mampu dihindari.
2. Punya harapan tinggi
Mereka yg milik pengharapan tinggi biasanya milik tujuan hidup, tahu bagaimana mewujudkannya serta memiliki motivasi bagi mencapainya. Berdasarkan penelitian, orang yg milik pengharapan tinggi cenderung memiliki kesiapan menikah lebih tinggi.
3. Kecerdasan emosi
Kecerdasan emosi berarti tahu apa kelebihan dan kekurangan diri sendiri (self awareness), mampu menyemanganti diri sendiri ketika sedang terpuruk (self-motivation), bisa memahami orang yang lain dengan melihat dari perspektif orang tersebut (empati) serta milik kemampuan bergaul (social skill).
Selain itu, ada juga faktor eksternal yg berhubungan dengan kesiapan menikah, seperti umur yg cukup, restu orangtua, keluarga dan teman, juga tingkat pendidikan serta aspirasi karir.

Editor: Unggul Tri Ratomo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Komentar Anda

You might also likeclose