Monday , August 21 2017
Topik Terhangat

Google Minta Karyawannya Pulang Ke AS Setelah Seruan Anti-imigran Trump

Google Minta Karyawannya Pulang Ke AS Setelah Seruan Anti imigran Trump

KOMPAS.com – Induk Google, Alphabet, memerintahkan agar para pegawai yg sedang bepergian ke luar negeri langsung pulang ke Amerika Serikat (AS). Raksasa teknologi tersebut khawatir para pegawai itu terkena dampak dari kebijakan anti-imigran yg baru saja dikeluarkan Presiden AS, Donald Trump.

Pasalnya kebijakan itu bakal menghalangi banyak pegawainya bagi masuk AS. CEO Google Sundar Pichai pun memperkirakan ada lebih dari 100 orang pegawainya yg dipastikan bakal tak dapat masuk ke AS ketika aturan imigrasi baru tersebut berlaku.

Pichai pun menyayangkan kebijakan anti-imigran itu. Dia pun menuliskan kritiknya dalam sebuah memo yg dikirimkan ke segala karyawan Google.

“Rasanya menyakitkan ketika melihat dampak kebijakan pemerintah itu pada kawan-kawan kami,” demikian tulis Pichai, sebagaimana salinan memo yg diperoleh Bloomberg.

“Kami terus memperlihatkan dengan jelas pandangan kalian mengenai persoalan imigran dan kita mulai tetap bertindak seperti itu,” imbuhnya.

Baca: Trump Presiden AS, Silicon Valley Ingin Pisah dan Jadi Negara Sendiri

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari Bloomberg, Minggu (29/1/2017), kebijakan baru Trump melarang masuknya imigran dari tujuh negara, yakni Suriah, Irak, Iran, Sudan, Somalia, Yaman, serta Libya. Larangan itu berlaku selama 90 hari.

Pasca kebijakan itu dikeluarkan, sejumlah pemegang visa masuk dan kartu hijau (green card) dilarang mengikuti penerbangan ke AS. Ada juga dua orang yg ditahan di bandara AS begitu mereka mendarat.

Sedangkan di sisi lain, banyak sekali perusahaan teknologi AS yg tumbuh dan besar karena adanya imigran. Bahkan dalam berbagai perusahaan teknologi, termasuk Google dan Alphabet, sebagian besar imigran memegang jabatan penting.

“Kami khawatir dengan dampak perintah ini serta berbagai pengajuan aturan turunannya yg mampu mempengaruhi pegawai Google dan keluarganya, atau malah mempersulit kita merekrut orang-orang berbakat,” komentar juru bicara Google dalam sebuah informasi resmi.

“Kami mulai selalu memamerkan pandangan kalian terhadap persoalan ini sehingga bisa dilihat oleh para pemimpin di Washington atau di mana pun,” pungkasnya.

Baca: Trump Serukan Anti-imigran, CEO Facebook Curhat Istrinya Keturunan China

Sumber: http://tekno.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose