Friday , August 18 2017
Topik Terhangat

Gubernur Sumbar Siap Luncurkan Buku “8000 Pantun Spontan”

Gubernur Sumbar Siap Luncurkan Buku 8000 Pantun Spontan

Padang (ANTARA News) – Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mulai launching sejumlah buku yg berisi 8000 pantun yg dibuatnya secara spontan dalam berbagai acara selama sesuatu tahun periode kedua pemerintahannya.

“Kemungkinan ada empat buku masing-masing berisi 2000 pantun. Tiap pantun milik latar belakang dan konteks yg berbeda-beda,” katanya di Padang, Minggu.

Menurutnya konteks pantun yg termuat dalam buku berjudul “Irwan Prayitno, Spontan Pantun” tersebut disesuaikan dengan acara yg dihadiri, karena itu dari 8000 pantun itu tak ada satupun yg sama.

Ia menjelaskan biasanya ketika diundang bagi membuka sebuah acara, ketika di atas kendaraan menuju lokasi ia telah bagi dua pantun yg berkaitan dengan acara tersebut. Nanti ketika pembukaan acara, sebelum didaulat buat memberikan sambutan, ia juga mulai sibuk dengan handphone lamanya membuat dua pantun lagi sesuai suasana dan tokoh-tokoh yg menghadiri.

“Makin lama aku dipanggil oleh pembawa acara, makin banyak pantun yg aku bagi buat dibacakan,” katanya.

Minimal menurut dia, pantun yg dibacakan dalam sesuatu acara itu berjumlah 10. Bahkan seringkali mencapai 20 bahkan lebih.

Agar tak monoton, menurut Irwan sambutan yg diberikannya tak melulu berisi pantun, tapi juga pidato sambutan seperti biasa.

“Pantun aku gunakan bagi menyimpulkan apa yg aku sampaikan. Jadi setelah aku pidato dua waktu, isi pidato itu aku simpulkan dalam bentuk pantun,” ujar dia.

Menurut Irwan kebiasaannya menulis sangat menolong dalam membuat pantun. Ia bahkan memiliki pakem sendiri dalam membuat pantun merupakan membaginya pada lima segmen masing-masing salam pembuka sekitar beberapa pantun, dulu penghormatan kepada tokoh yg hadir pada acara beberapa pantun dilanjutkan dengan pengantar pesan yg mulai disampaikan, tentang isi acara dan ditutup dengan pantun penutup.

Ia menyampaikan pada awal-awal mengatakan pidato dengan pantun memang banyak yg memandang aneh, namun lama kelamaan menjadi biasa.

“Kalau ada yg keberatan dengan gaya pidato yg disampaikan dengan pantun, ya tak usah undang gubernur,” kata dia.

Sementara itu sastrawan Taufik Ismail dalam kata pengantar buku pantun itu menilai ekspresi pantun Irwan Prayitno tak kaku, bebas lincah tetapi patuh kaidah, dari bahasa Indonesia melompat ke bahasa Minang bolak-balik tanpa halangan.

Ia berharap karya tersebut mulai dapat mematik kreatifitas terutama generasi muda buat menghasilkan gaya penulisan kreatif lainnya.

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Komentar Anda

You might also likeclose