Monday , August 21 2017
Topik Terhangat

Mantan Ketua KY: Kualitas Putusan MK Tak Sebaik Era Jimly Dan Mahfud

Mantan Ketua KY: Kualitas Putusan MK Tak Sebaik Era Jimly Dan Mahfud

JAKARTA, KOMPAS.com – Mantan Ketua Komisi Yudisial, Suparman Marzuki menilai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) sangat bermutu dan kuat di era kepemimpinan Jimly Asshiddiqie dan Mahfud MD.

Hal itu disinggungnya menyusul perkara dugaan suap yg menyeret nama Hakim Konstitusi Patrialis Akbar sehingga ia ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Padahal, pada Pasal 15 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang MK menyebutkan bahwa hakim konstitusi harus memenuhi syarat integritas, kepribadian yg tak tercela, adil, serta seorang negarawan yg menguasai konstitusi dan ketatanegaraan.

“Ini syarat kumulatif yg tak mampu ditawar,” kata Suparman dalam acara diskusi di Jakarta, Sabtu (28/1/2017).

Menurutnya, atmosfer akademik pada era Jimly dan Mahfud masih sangat kuat. Para hakim juga dituntut buat menulis buku.

“Putusan MK era Jimly dan Mahfud sangat bermutu, kuat, dengan jurnal-jurnal mutakhir,” kata dia.

“Berbeda jauh dengan putusan-putusan MK setelah itu. Tipis. Kadang cuma dua-tiga halaman. Normatif. Kita tak dapat mengambil pelajaran hukum dari situ,” sambungnya.

Kompetensi hakim konstitusi menurutnya menjadi hal utama di samping mengedepankan integritas.

Hal ini, kata Suparman, harus dibenahi ketika MK tengah berada pada momentum yg tepat bagi melakukan pembenahan secara menyeluruh.

Langkah internal menurutnya perlu diambil. Salah satunya dengan membentuk tim crisis center yg diisi oleh unsur internal dan eksternal MK.

“Harusnya bentuk tim crisis center buat membenahi internal yg diisi oleh orang-orang kompeten, milik integritas, dari luar dan dalam, buat membenahi MK,” ucapnya.

Kompas TV Kasus Suap yg Terjadi di Mahkamah Konstitusi

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose