Wednesday , August 23 2017
Topik Terhangat

Meranti Gelar Festival Perang Air Rayakan Imlek

Meranti Gelar Festival Perang Air Rayakan Imlek

Selatpanjang (ANTARA News) – Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Festival Perang Air atau Cian Cui pada perayaan Tahun Baru Imlek 2568, Sabtu sore.

“Ini tradisi tahunan perayaan Tahun Baru Imlek,” kata Camat Tebing Tinggi Rizki Hidayat melalui surat elektronik seusai menandai pembukaan festival itu di Jalan Kartini, Selatpanjang.

Rizki Hidayat menjelaskan, Pemkab Kepulauan Meranti bersama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau telah tiga tahun berpartisipasi menyelenggarakan Festival Perang Air di Kota Sagu, Selatpanjang.

Pelaksana Tugas Kadis Pariwisata Kabupaten Meranti Ismail menyatakan, Festival Perang Air termasuk agenda wisata Provinsi Riau dan mulai dimasukkan ke data agenda Kementerian Pariwisata.

Dia berharap, kelak festival itu dipromosikan secara nasional.

“Sejak tiga tahun terakhir kamia memprakarsai acara ini dan semakin baik dari tahun-ketahun. Semoga mampu menarik para pelancong baik lokal maupun mancanegara,” ujar Ismail

Menurut Ismail, pada setiap Festival Perang Air di Meranti, ribuan wisatawan lokal dan mancanegara ke Selatpanjang cuma buat menyaksikan dan ikut saling siram air.

Peserta yg mulai ikut dipersenjatai ember berisi air dan pistol air besar. Mereka bebas saling siram dengan setiap orang yg menanti di pinggir jalan dan berpapasan. Baik yg berusia, maupun muda rela berbasah-basahan.

Pada acara ini Etnis Tionghoa dan Melayu berbaur dalam suasana yg akrab.

“Kabarnya acara ini cuma ada di Meranti dan negara Thailand,” terangnya.

Festival Cian Cui belakangan juga telah menjadi daya tarik untuk wisatawan dari Malaysia, Singapora, Thailand, Australia dan Tiongkok

Perang air ini yaitu tradisi masyarakat Tionghoa di Selatpanjang.

“Tradisi ini mulai berlangsung enam hari sejak Imlek hari pertama. Perang air dimulai pukul 15.00 WIB hingga petang, di empat ruas jalan Selatpanjang (Diponegoro, Kartini, Imam Bonjol, dan A Yani-red).

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Komentar Anda

You might also likeclose