Monday , August 21 2017
Topik Terhangat

Pengawasan Eksternal Terhadap MK Dinilai Perlu

Pengawasan Eksternal Terhadap MK Dinilai Perlu

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat RI dari Fraksi PDI-P, Arteria Dahlan, menyatakan, dirinya yaitu salah sesuatu orang yg setuju adanya pengawasan eksternal terhadap Mahkamah Konstitusi (MK). Pengawasan dari luar kini dianggap perlu dengan terulangnya masalah korupsi yg dikerjakan anggota hakim MK.

“Saya menarik pernyataan aku beberapa tahun dahulu yg menolak bagi dikerjakan pengawasan eksternal terhadap MK. Saat ini aku berpendapat wajib hukumnya,” kata Arteria melalui informasi tertulis, Sabtu (29/1/2017).

Anggota Hakim MK, Patrialis Akbar, tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait tuduhan menerima suap pada Rabu lalu. Patrialis kini jadi tersangka korupsi dan mendekam dalam tahanan.

Arteria mengatakan, sebagai tindakan afirmatif pengawasan mampu dikerjakan oleh Komisi Yudisial dan badan Ad Hoc di luar MK. Menurut dia, langkah tersebut harus diambil sebagai upaya darurat bagi memulihkan kepercayaan publik terhadap MK.

Arteria juga meminta pemerintah mengusulkan revisi Undang-Undang MK.

Dia mengatakan, pengawasan internal MK harus diperkuat dengan pengawasan dari luar. Arteria juga meminta adanya pertanggungjawaban dari MK atas tertangkapnya hakim MK Patrialis Akbar. Menurut dia, mulai lebih baik seandainya Ketua MK Arief Hidayat mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Kalaupun Arief tak mundur, Ketua Arief harus melakukan langkah konkret dengan melakukan penyidikan internal, kalau perlu libatkan dan bentuk tim investigator yg melibatkan publik.

Sebelum masalah Patrialis, Ketua MK sebelumnya, merupakan Akil Mochtar, juga ditangkap KPK karena menerima suap buat pengurusan sejumlah sengketa Pilkada. Saat ini, kata Arteria, muncul desas-desus tentang jual beli kasus dalam sengketa Pilkada.

Menurut dia, lebih baik MK membuka posko penerimaan pengaduan atas putusan-putusan yg bermasalah, termasuk nama-nama hakim yg diduga terlibat.

“Penyelidikan bisa dimulai dari sana. Diperiksa juga panitera yg mengatur dahulu lintas perkara, Sekjen MK yg kadang berkomunikasi dengan pihak eksternal, petugas persidangan, dan para pengkaji dan staf ahli,” kata Arteria. “Kita jangan terlalu lugu kalau kejahatan ini dikerjakan oleh sesuatu orang,” lanjut dia.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose