Friday , August 18 2017
Topik Terhangat

Trump Serukan Anti-imigran, CEO Facebook Curhat Istrinya Keturunan China

Trump Serukan Anti imigran, CEO Facebook Curhat Istrinya Keturunan China

KOMPAS.com — Sejak awal mencalonkan diri sebagai Presiden AS, Donald Trump konsisten menyuarakan sikap anti-imigran. Salah sesuatu rencana kebijakannya yg mengundang kontroversi adalah menolak pengungsi dari Iran, Irak, Libya, dan Suriah.

Trump juga berencana membangun dinding pembatas dengan Meksiko, serta memperketat izin visa kerja profesional untuk warga negara asing.

Setelah sepekan resmi menjabat, Trump sudah menandatangani perintah bagi langsung menjalankan rencana-rencana kebijakannya tersebut. Hal ini mengusik CEO Facebook, Mark Zuckerberg.

Melalui sebuah tulisan panjang yg di-posting di akun Facebook personalnya, Zuckerberg curhat dengan terang-terangan mengkritik kebijakan anti-imigran Trump. Ia mula-mula menyebut bahwa keluarganya tiba dari Jerman, Austria, dan Polandia.

Selain itu, istrinya dikenal sebagai keturunan China. Ayah dan ibu sang istri tidak yang lain adalah pengungsi dari China dan Vietnam. (Baca: Mark Zuckerberg Menemukan Jodoh di Toilet)

“Amerika adalah bangsa imigran, dan kalian harus bangga mulai itu,” kata Zuckerberg, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Sabtu (28/1/2017).

Baca juga: Mengenal Priscilla Chan, Istri Mark Zuckerberg

Zuckerberg mengaku prihatin dengan kebijakan anti-imigran yg sudah ditandatangani Trump. Menurut dia, menghadang imigran tidak bakal membuat negara makin aman.

Semestinya pemerintah lebih fokus meredam pergolakan yg terjadi di kancah global. Pasalnya, membeludaknya imigran adalah dampak dari persoalan yg terjadi di negara yang berasal para imigran.

“Kita harus tetap membuka pintu bagi para pengungsi dan mereka yg butuh pertolongan. Itulah jati diri kita,” Zuckerberg menuturkan.

Zuckerberg dapat dibilang sebagai satu-satunya pemimpin industri teknologi yg lantang menyuarakan ketidaksetujuannya atas kebijakan Trump setelah menjabat Presiden AS.

Rekan-rekannya yg yang lain cenderung menolak Trump di awal, tapi kemudian mendekat saat Trump resmi terpilih sebagai Presiden ke-45 AS. Hal tersebut dapat jadi buat menjamin keamanan bisnis mereka.

Untuk melihat posting-an lengkap Zuckerberg soal kebijakan anti-imigran Trump, silakan buka tautan ini.

Baca juga: Trump Presiden AS, Silicon Valley Ingin Pisah dan Jadi Negara Sendiri

Sumber: http://tekno.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose