Wednesday , August 23 2017
Topik Terhangat

Ketua MK: Patrialis Mengundurkan Diri Sebagai Hakim Konstitusi

Ketua MK: Patrialis Mengundurkan Diri Sebagai Hakim Konstitusi

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat mengungkapkan bahwa Patrialis Akbar telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai hakim konstitusi.

Hal tersebut disampaikan Arief seusai pertemuan bersama Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat RI di ruang pertemuan lantai 4 Gedung MK, Jalan Merdeka Barat 6, Jakarta Pusat, Senin (30/1/2017).

“Jadi, MK baru saja menerima surat ditulis tangan dari rekan kalian Pak Patrialis Akbar. Patrialis menyatakan diri mengundurkan diri dari jabatan hakim MK,” ujar Arief.

(Baca: Busyro: Kasus Patrialis Penistaan UUD 1945)

Namun, Arief tidak menjelaskan lebih detail bagaimana surat tersebut diterima MK. Menurut Arief, dengan adanya surat pengunduran diri tersebut, maka poses pergantian Patrialis mulai lebih cepat.

Sedianya, proses pergantian Patrialis harus menunggu hasil pemeriksaan oleh Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK).

Setelah itu, MKMK mulai mengirimkan hasil pemeriksaannya bersamaan dengan surat rekomendasi pemberhentian Patrialis ke MK.

 

(Baca: Mahfud MD: Kalau Patrialis Terbukti Terima Suap, Dia Orang Rakus)

Jika terbukti melakukan pelanggaran etik berat, maka Patrialis patut diberhentikan secara tak hormat.

Kemudian, setelah menerima surat dari MKMK, dahulu MK mengirim surat ke Presiden Joko Widodo terkait permintaan hakim konstitusi pengganti Patrialis.

Oleh karena itu, menurut Arief, dengan adanya surat pengunduran diri dari Patrialis, maka pemeriksaan oleh MKMK mampu dikerjakan lebih singkat, bahkan cuma sesuatu kali.

(Baca: Basuki Hariman Akui Beri Uang kepada Orang Dekat Patrialis)

Dengan demikian, MK dapat langsung mengirim surat ke Presiden perihal permintaan pengganti hakim Patrialis.

“Ya, itu mulai lebih mempermudah karena tidak melalui pemeriksaan yg berbelit-belit, termasuk memeriksa hakim terduga dan mencari saksi-saksi, karena kalau telah ada pengunduran diri dapat saja, cukup MKMK cuma sidang sesuatu kali telah selesai,” kata dia.

Patrialis disangka menerima suap senilai 20.000 dollar AS dan 200.000 dollar Singapura, atau senilai Rp 2,15 miliar terkait uji materi UU.

 

Pemberian dari pengusaha impor daging Basuki Hariman tersebut diduga agar Patrialis menolong mengabulkan gugatan uji materi yg sedang diproses di Mahkamah Konstitusi.

Perkara gugatan yg dimaksud yakni uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

(Baca: Basuki Hariman Akui Beri Uang kepada Orang Dekat Patrialis)

Patrialis membantah menerima suap. Patrialis justru menganggap dirinya sebagai korban, bukan seorang pelaku korupsi.

 
 

Ia meminta agar para hakim Mahkamah Konstitusi serta masyarakat memahami bahwa dirinya sedang mendapat perlakuan tak adil.

“Demi Allah, aku betul-betul dizalimi. Saya tak pernah menerima uang sesuatu rupiah pun dari Pak Basuki,” ujar Patrialis.

Kompas TV Kasus Suap yg Terjadi di Mahkamah Konstitusi

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose