Monday , August 21 2017
Topik Terhangat

KPK Temukan Cap Kementan Dan Kemendag Di Kantor Penyuap Patrialis

KPK Temukan Cap Kementan Dan Kemendag Di Kantor Penyuap Patrialis

JAKARTA, KOMPAS.com – Komisi Pemberantasan Korupsi telah melakukan penggeledahan di sejumlah tempat terkait masalah dugaan suap yg menjerat hakim Mahkamah Konstitusi, Patrialis Akbar.

Salah sesuatu lokasi yg digeledah adalah Kantor Basuki Hariman, pengusaha impor daging yg diduga menyuap Patrialis.

Di Kantor Basuki yg terletak di Sunter, Jakarta Utara, KPK menemukan cap sejumlah kementerian serta organisasi internasional yg berkaitan dengan importasi daging sapi.

“Tim menemukan ada 28 cap atau stempel,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di Kantor KPK, Jakarta, Senin (30/1/2017).

Febri mengatakan, cap kementerian yg ditemukan di antaranya yakni Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian.

Ada juga cap Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Kementan.

(Baca: Mahfud MD: Jangan Kaitkan Kasus Patrialis dengan Pilgub)

Sementara, cap organisasi internasional yg bergerak dalam sertifikasi halal, di antaranya yakni Australian Halal Food.

Febri mengatakan, KPK belum dapat menyimpulkan apakah cap tersebut dipalsukan.

KPK juga belum mampu menyimpulkan apakah ada keterlibatan pihak-pihak yg ada di cap tersebut dengan perusahaan punya Basuki.

“Ini adalah salah sesuatu bagian yg mulai kami telusuri lebih lanjut,” ujar Febri.

Basuki sebelumnya mengakui memberikan uang kepada orang dekat Patrialis, Kamaludin.

Ia mengaku memberikan uang kepada Kamal agar dipertemukan dengan Patrialis.

Menurut Basuki, ia telah beberapa kali memberikan uang kepada Kamal. Pertama, sebesar 10.000 dollar AS. Kedua, adalah 20.000 dollar AS.

(Baca: Patrialis Tertangkap, ICW Sebut MK Gagal Perbaiki Citra)

Transaksi ketiga sebesar 200.000 Dollar Singapura baru mulai dilakukan, namun perkara ini telah telanjur tercium oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Kendati demikian, Basuki meyakini uang itu tak sampai kepada Patrialis.

Saat dua kali bertemu Patrialis, Basuki mengakui ia melobi agar uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan dikabulkan oleh MK.

Sementara, Patrialis membantah menerima suap. Ia justru merasa dizalimi oleh KPK.

Baik Patrialis, Basuki Hariman, NG Fenny dan Kamaludin ketika ini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh KPK.

Kompas TV Kasus Suap Hakim MK

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose