Friday , August 18 2017
Topik Terhangat

Mantan Kapolri Badrodin Haiti Jadi Komisaris Utama Grab

Mantan Kapolri Badrodin Haiti Jadi Komisaris Utama Grab

KOMPAS.com — Mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Badrodin Haiti, bergabung dengan Grab Indonesia. Ia berperan sebagai Komisaris Utama di perusahaan ride-sharing tersebut.

“Pak Badrodin memiliki karier yg cemerlang di Kepolisian Republik Indonesia, tempat beliau sudah mengabdi selama 35 tahun, dan terakhir ketika menjabat sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia sudah berkontribusi secara signifikan dalam hal anti-terorisme, keamanan, intelijen, dan manajemen dulu lintas,” tutur Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia.  

Sebagaimana tercantum dalam informasi pers yg diterima KompasTekno, Senin (30/1/2017), Badrodin nantinya bakal bertugas memantau dan menjaga tata kelola, serta kelangsungan jangka panjang perusahaan melalui peran pengawasan terhadap kinerja dewan direksi.

Baca: Grab Turunkan Tarif Layanan Taksi “Online”

“Seiring dengan evolusi yg terjadi di sektor teknologi dan platform pemesanan kendaraan di Indonesia, Pak Badrodin mulai memandu dan memastikan Grab Indonesia berkontribusi secara konstruktif terhadap pelaksanaan dari sejumlah kebijakan transportasi dan aturan keselamatan yg baru,” kata Ridzki.

“Saya juga mulai memakai pengalaman aku bekerja di sejumlah daerah di Indonesia bagi memberi masukan sejalan dengan kegiatan ekspansi Grab di Indonesia,” kata Badrodin Haiti, Komisaris Utama, Grab Indonesia.

Sebelum bergabung dengan Grab, Badrodin memangku jabatan sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia sejak April 2015 sampai Juli 2016. Ia juga menjabat sebagai Wakil Kepala Polri pada Maret 2014 hingga April 2015.

Badrodin menyelesaikan pendidikannya di Akademi Kepolisian (Akpol) pada 1982 dan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 1989.

Sebelum menduduki beberapa posisi teratas di Kepolisian Republik Indonesia, Badrodin pernah menjabat sebagai kepala kepolisian daerah di empat provinsi, merupakan Banten, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Jawa Timur.

Baca: Mobil Grab dan Uber Boleh Pakai Pelat Hitam dan STNK Pribadi

Sumber: http://tekno.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose