Wednesday , August 23 2017
Topik Terhangat

Merasa Sebagai Imigran, Pendiri Google Ikut Demo Di Bandara AS

Merasa Sebagai Imigran, Pendiri Google Ikut Demo Di Bandara AS

KOMPAS.com – Salah sesuatu pelopor Google, Sergey Brin bergabung dengan pendemo di bandara San Francisco pada Sabtu (28/1/2017) malam waktu setempat, menentang kebijakan anti-imigran yg baru saja dicanangkan Presiden Trump.

Dikutip KompasTekno dari The Verge, Minggu (29/1/2017), kehadiran Brin di tengah masa pendemo adalah sebagai kapasitas pribadi, bukan mewakili institusi perusahaan.

Namun, kepada situs Forbes, Brin mengatakan, “Saya berada di sini (demo di bandara) karena aku juga seorang imigran/pengungsi.”

Brin dan keluarganya adalah imigran dari Uni Soviet. Mereka tiba ke AS pada 1979 buat menghindari perburuan kaum Yahudi di negara tersebut kala itu. Karena pernah merasakan nasib sebagai imigran, Brin merasa perlu bergabung dengan demonstrasi di bandara San Francisco.

Seperti diketahui, Presiden AS Donald Trump baru saja mengeluarkan kebijakan menutup pintu untuk imigran dari tujuh negara dengan mayoritas penduduk muslim, yakni Suriah, Irak, Iran, Sudan, Somalia, Yaman, serta Libya. Larangan itu berlaku selama 90 hari.

Baca: Google Minta Karyawannya Pulang ke AS Setelah Seruan Anti-imigran Trump

Sejumlah penumpang pesawat yg berasal dari negara-negara tersebut tertahan di imigrasi bandara San Francisco, AS. Gelombang protes muncul meminta agar para pendatang itu dibiarkan masuk ke AS.

Selain di San Francisco, demonstrasi yg sama juga muncul di sejumlah bandara di kota-kota di AS, seperti New York, Washington, Los Angeles, dan sebagainya.

Eksekutif Google lainnya, yakni CEO Sundar Pichai juga yaitu seorang imigran India.

“Kami marah dengan efek yg ditimbulkan dari seruan ini,” kata Pichai dalam surat resminya kepada segala karyawan Google.

Baca: 5 Isu yg Dihadapi Perusahaan Teknologi Setelah Trump Jadi Presiden

Sumber: http://tekno.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose