Friday , August 18 2017
Topik Terhangat

Generasi Milenial Cenderung Boros, Ini Tips Berhemat

Generasi Milenial Cenderung Boros, Ini Tips Berhemat

Jakarta (ANTARA News) – Generasi milenial –mereka yg lahir 1980 ke atas– dinilai milik kecenderungan konsumtif karena hidup di tengah era di mana perubahan terjadi serba cepat.

“Generasi ini menganggap pekerjaan dan kesenangan mampu dikerjakan berbarengan sehingga cenderung konsumtif,” kata psikolog Ajeng Raviando dalam kampanye #SayangUangnya di Jakarta, Selasa.

Dikepung oleh kemudahan, membuat generasi milenial menghadapi godaan memenuhi kesenangan sesaat (instant gratification). Misalnya hasrat belanja yg mampu diwujudkan dengan sentuhan jari di layar handphone karena gampang buat belanja online.

Ajeng mewanti-wanti generasi milenial buat menahan diri dan berhemat agar godaan kepuasan sesaat itu tak “merampok” impian karena uang terus-menerus dikeluarkan buat hal yg tak penting.

Ajeng menjelaskan empat kiat hemat buat generasi milenial, yakni STOP (Stop, Think, Observe, Proceed).

1. Stop
Jangan buru-buru buka toko online favorit begitu mendapat notifikasi diskon gila-gilaan atau menghubungi delivery service ketika ingin minum kopi di gerai langganan. (Baca: Generasi milenial habiskan lebih banyak uang buat ngopi?)

“Berhenti dulu, ambil nafas panjang, hitung sampai sepuluh. Ini mampu menghentikan dan membuat kami berpikir dan lebih fokus,” kata dia.

2. Think
Pikir secara seksama apakah barang yg ingin dibeli memang tak mampu utama dan tak mampu ditunda lagi. Anda boleh membeli payung ketika hujan deras karena itu memang penting. Tapi kopi mampu diseduh sendiri di rumah atau kantor bagi menghemat uang, kan?

3. Observe
“Barangnya sepenting apa, bagi apa? Beli satu karena butuh atau karena ingin?” kata Ajeng.

Observasi lebih dalam mengenai apa yg paling cocok buat Anda. Misalnya Anda ingin membeli laptop. Haruskah beli laptop super mahal dengan spesifikasi tinggi bila ternyata fitur yg mulai dipakai ada di laptop yg lebih murah?

4. Proceed
Tentukan apakah mulai membayar kontan atau kredit, sedikit atau banyak, bulanan atau langsung?

“Jadikan hemat dan menabung sebagai kebiasaan baru,” kata Ajeng.

Yang penting, menabung dan berhemat harus disikapi dengan positif sehingga tak menjadi beban.

Editor: Monalisa

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Komentar Anda

You might also likeclose