Friday , August 18 2017
Topik Terhangat

Momen Mesra Antasari Dengan Jokowi Dan PDIP

Momen Mesra Antasari Dengan Jokowi Dan PDIP

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah resmi memberikan grasi terhadap mantan Ketua KPK Antasari Azhar. Antasari dinyatakan bebas murni dari perkara pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasruddin Zulkarnaen.

Tak berselang lama usai pemberian grasi, Antasari diketahui bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Negara pada Kamis, 26 Januari 2017 kemarin. Keduanya bertemu empat mata di Istana. Sayang, Antasari menolak menjelaskan isi pertemuan.

“Jadi, aku batuk. Sudah, mau tahu saja,” tegas Antasari sambil mengacungkan jari telunjuk ke arah bibirnya, usai keluar dari Istana bertemu Jokowi.

Antasari divonis 18 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Februari 2010 dalam perkara pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. Antasari sempat mengajukan banding dan kasasi di tingkat MA, begitu juga peninjauan kembali, namun keputusan tetap menyatakan dirinya bersalah.

Hingga berganti pemerintahan, Antasari akhirnya mendapatkan bebas bersyarat pada November lalu. Tak cukup, Jokowi kemudian memberikan grasi usai Antasari menempuh upaya hukum luar biasa tersebut pada 2015 lalu.

Tak berselang lama dari rapat tersebut, kabar Antasari bakal masuk partai politik pun berhembus kencang, terutama mengarah pada partai penguasa yakni PDIP. Hal tersebut pun diamini oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Hasto klaim kedatangan Antasari kepada Jokowi paling tak sebagai bukti seandainya PDI Perjuangan menjadi rumah buat mereka yg mencari keadilan. Sehingga tidak menutup kemungkinan seandainya ke depan Antasari mulai bergabung dengan PDI Perjuangan.

“Dari apa yg disampaikan oleh Pak Antasari, PDI Perjuangan jadi rumah untuk mereka yg mencari keadilan. PDI Perjuangan jadi rumah buat tokoh-tokoh seperti Pak Antasari. sehingga tentu saja kalian terbuka sekiranya beliau menyatakan mulai bergabung ke PDIP,” ungkapnya.

“Tentu saja ini masih berproses. Tapi suasana kebatinan yg menyatukan adalah nilai yg sama. Ketika PDIP diyakinkan oleh nilai-nilai satyameva jayate, kebenaran akhirnya menang, Pak Antasari membatinkan nilai-nilai tersebut, sehinga proses dialog itu mulai selalu dilanjutkan,” kata Hasto lagi.

Momen mesra dengan PDIP tidak cuma sampai di sini. Antasari juga tiba-tiba hadir dalam debat sesi kedia Pilgub DKI 2017 yg digelar pada 27 Januari kemarin. Antasari duduk di barisang pendukung Ahok- Djarot yg diusung oleh PDIP, Golkar, NasDem dan Hanura.Momen Mesra Antasari Dengan Jokowi Dan PDIPAhok bersama Antasari dan Nicholas 2017 merdeka.com/fikri faqih
Dalam kesempatan yg berbeda, Antasari juga mengungkapkan niatnya buat berpolitik. Antasari mulai masuk partai politik, meskipun dengan malu-malu menyatakan mulai gabung dengan PDIP.

“Saya memang mulai bergabung dengan sesuatu partai politik tertentu. Alasan aku bergabung dengan parpol itu karena ada kesamaan dan secara historis kita memiliki sesuatu ideologi,” kata Antasari ketika diwawancarai Kompas TV di kediamannya, Sabtu (28/1).

Antasari bahkan blak-blakan membuka partai apa yg mulai dimasukinya. Dia mengakui mulai masuk PDIP.

“Nah, sekarang sebagian besar orang GMNI ada di PDIP. Saya mulai bergabung ke situ (PDIP), kalau tak ada halangan,” katanya.Baca juga:
Ini alasan Polda Metro masih sulit selidiki perkara Antasari Azhar
PDIP beri sinyal posisi bidang hukum bagi Antasari seandainya bergabung
Jika tidak terkait korupsi & asusila, PDIP beri bantuan hukum Antasari
Demokrat sebut masalah Antasari telah tidak ada korelasi lagi dengan SBY
Eva Sundari ‘happy banget’ Antasari mulai benahi kader PDIP korupsi
Demokrat tidak persoalan Antasari gabung dengan PDIP
Didukung mantan Ketua KPK Antasari Azhar, ini reaksi Ahok

Sumber: http://www.merdeka.com

Komentar Anda

You might also likeclose