Sunday , June 25 2017
Topik Terhangat

Buntut Tudingan Ahok, GP Ansor Satu Komando Bela Maruf Amin

Buntut Tudingan Ahok, GP Ansor Satu Komando Bela Maruf Amin

GP Ansor menyayangkan sikap, perilaku maupun kata-kata yg disampaikan tim kuasa hukum maupun terdakwa perkara dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terhadap kesaksian Ketua MUI Maruf Amin dalam sidang ke delapan dugaan penistaan agama yg digelar di Kementan, kemarin. GP Ansor menilai pernyataan Ahok yg menyebut Maruf Amin menerima telepon dari Susilo Bambang Yudhoyono bagi mengeluarkan fatwa sudah menyerang pribadi dan seolah menempatkan Maruf Amin sebagai terdakwa.Menyikapi itu, GP Ansor tak mulai tinggal diam. “Dengan ini menyatakan bersiap mendampingi dan membela Kiai Maruf Amin, sebagai pimpinan tertinggi kami, secara lahir dan batin dalam koridor hukum dan menyerukan kepada semua kader Ansor dan Banser bagi siaga sesuatu komando,” ujar Ketua umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas melalui pesan tertulisnya, Rabu (1/2).Dia mengingatkan Ahok bahwa, Maruf Amin adalah Rais Aam PBNU sekaligus pimpinan tertinggi dalam jamiyah NU. Kesaksian Maruf Amin dalam persidangan berdasarkan kompetensinya sebagai ahli hukum islam. Kapasitasnya sebagai Rais Aam Syuriah PBNU – pimpinan tertinggi sekaligus yg memberikan arah gerak hukum (Islam) dalam tubuh NU, maupun sebagai Ketua Umum MUI.”Merupakan seseorang yg ahli dalam hal agama, dan telah tepat buat dihadirkan ke persidangan buat dimintai sebagai Keterangan Ahli dalam hal perkara penistaan agama (Islam),” imbuhnya.Pihaknya menilai informasi yg diberikan Maruf Amin telah sesuai dengan kompetensi maupun kapasitasnya sebagai Ahli Agama Islam, baik sebagai Fuqaha, Rais Aam PBNU maupun sebagai Ketua Umum MUI.Sebelumnya, dalam sidang masalah penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kemarin, salah sesuatu saksi yg dihadirkan jaksa penuntut umum adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin.Maruf Amin menegaskan ucapan Ahok dalam kunjungan kerja di Kepulauan Seribu dua waktu dahulu masuk ke dalam penodaan agama. Tim kuasa hukum Ahok pun menyoroti fatwa penistaan agama yg dikeluarkan MUI. Ahok segera menyatakan keberatan atas apa yg sudah disampaikan oleh Ketua MUI Maruf Amin. Salah satunya, Ahok merasa keberatan atas kesaksian Maruf terkait menerima telepon dari Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY.”Saya juga keberatan saksi membantah tanggal 7 Oktober 2016 bertemu pasangan calon nomor urut satu, jelas-jelas saudara saksi menutupi riwayat pernah menjadi Wantimpres Susilo Bambang Yudoyono,” ujar Ahok usai mendengarkan kesaksian Ma’ruf di Gedung Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (31/1).Menurut Ahok, Maruf bertemu dengan pasangan calon nomor urut satu, Agus-Sylvi di Kantor PBNU pada tanggal 7 Oktober 2016. Namun, sebelum rapat itu, Ahok menduga Maruf sempat menerima telepon dari SBY pada tanggal 6 Oktober 2017.”Jadi jelas tanggal 7 Oktober saudara saksi, aku berterimakasih ngotot bahwa saudara saksi tak berbohong, tetapi kalau berbohong kalian mulai proses secara hukum saudara saksi, buat membuktikan bahwa kita memiliki bukti,” tegas Ahok.
Sumber: http://www.merdeka.com

Komentar Anda

You might also likeclose