Saturday , September 23 2017
Topik Terhangat

Komnas HAM Nilai Kasus HAM Masa Lalu Ideal Diselesaikan Di Pengadilan

Komnas HAM Nilai Kasus HAM Masa Lalu Ideal Diselesaikan Di Pengadilan

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) M Imdadun Rahmat memiliki pendapat yg sama dengan aktivis dan keluarga korban pelanggaran HAM berat masa lalu.

Menurut Imdadun, idealnya masalah HAM berat masa dahulu diselesaikan melalui pengadilan.

“Ya idealnya seperti itu,” kata Imdadun ketika ditemui di Hotel Sahid Jakarta, Minggu (5/2/2017).

Menurut Imdadun, Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM sudah menjelaskan mekanisme penyelesaian kasus-kasus berat di masa lalu.

Undang-undang mengatur bahwa Komnas HAM memiliki tugas menjadi bagian dari pro-justicia, yakni melakukan penyelidikan buat dinaikan ke pengadilan.

Meski demikian, menurut Imdadun, undang-undang juga mengatur mengenai mekanisme yang lain apabila jalur pengadilan tak memungkinkan bagi dilakukan. Alternatif lainnya adalah penyelesaian melalui jalur rekonsiliasi.

Lebih lanjut, menurut Imdadun, seandainya penyelesaian tak mampu melalui jalur pengadilan, Komnas HAM ingin agar rekonsiliasi diikuti dengan pengungkapan kebenaran.

“Kalau Komnas HAM bicara rekonsiliasi, jangan dipisahkan dengan pengungkapan kebenarannya. Itu sesuatu paket yg tak dapat dipisahkan,” kata Imdadun.

Komnas HAM dua hari dahulu dilaporkan ke Ombudsman oleh aktivis dan keluarga korban pelanggaran HAM berat masa lalu.

(Baca: Kontras Laporkan Wiranto dan Komnas HAM ke Ombudsman)

Para aktivis dan keluarga korban menilai Komnas HAM sudah sewenang-wenang dalam menentukan mekanisme penyelesaian melalui jalur rekonsiliasi.

Para aktivis dan keluarga korban menuntut agar tak cuma dikerjakan rekonsiliasi, namun juga pengakuan dan bentuk tanggung jawab hukum dari para pelaku pelanggaran HAM. Hal itu dinilai utama buat menghapus kerugian para korban dan keluarga korban.

Pengadilan HAM adalah salah sesuatu mekanisme yg dinilai dapat membuka kebenanaran, memberikan keadilan dan pemulihan buat korban dan keluarga korban pelanggaran HAM.

(Baca juga: Polemik Rencana Rekonsiliasi Kasus Trisakti-Semanggi)

Kompas TV Peringatan 18 Tahun Tragedi Trisakti

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose