Wednesday , August 16 2017
Topik Terhangat

Toyota Dan Daihatsu Jadi Pemasok Mesin Mobil Perdesaan

Toyota Dan Daihatsu Jadi Pemasok Mesin Mobil Perdesaan

Jakarta, KompasOtomotif – Proyek mobil perdesaan selain bagi meningkatkan perputaran roda perekonomi di desa, tetapi juga diharap sebagai tonggak menuju kemandirian industri otomotif nasional, dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) 100 persen.

Namun, bagi dapat mencapainya, diakui masih butuh waktu. Sebagai fase awal, Kementerian Perindustrian bakal bekerja sama dengan produsen mobil yang berasal Jepang, Toyota dan Daihatsu, sebagai pemasok mesin dan transmisi mobil perdesaan.

“Kami berupaya menggandeng banyak dalam proyek mobil pedesaan, termasuk produsen otomotif di Indonesia. Kami lagi mencoba kerja sama dengan Toyota dan Daihatsu, mereka kan jual kendaraan terbanyak, terutama komponen kritikal seperti mesin dan transmisi,” ucap I Gusti Putu Suryawirawan, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) dalam siaran resminya, Jumat (3/2/2017).

Putu menambahkan, selain produsen otomotif, proyek ini juga bakal melibatkan pemerintah daerah, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), universitas hingga pabrik perakitan lokal. “Pemda nantinya mulai memberikan rekomendasi, SMK mana yg dapat ikut dalam produksi. Lalu universitas, mulai berkontribusi dalam proses desainnya,” ucap Putu.

Terkait mengikutsertakan pemain lokal, Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Gati Wibawaningsih menyatakan, pelaku IKM dalam negeri juga menyatakan diri siap, bagi memasok kebutuhan kendaraan perdesaan.

“IKM kami telah banyak yg dapat memproduksi komponen bagi otomotif, seperti yg berasal dari sentra logam di daerah Ceper, Klaten dan Tegal, Jawa Tengah,” kata Gati.

Kemenperin mencatat, sebanyak 300 IKM di sentra logam Ceper, Jawa Tengah sudah menyerap tenaga kerja 3.200 orang. Sedangkan, di sentra IKM logam Tegal, tercatat lebih dari 2.929 unit usaha dengan jumlah tenaga kerja mencapai 1.500 orang, yg memproduksi komponen buat mesin pertanian, perkapalan, mesin berat, dan otomotif.

Gati berharap, prototipe kendaraan pedesaan ini mampu disebar ke segala provinsi di Indonesia. “Nanti mampu di-share ke 34 provinsi. Tiap provinsi mendapatkan sesuatu unit, bagi diuji coba. Untuk itu, Kemenperin kemudian menggandeng Kementerian perdesaan buat membahas anggaran,” ujar Gati.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose