Monday , September 25 2017
Topik Terhangat

28.000 Personel Gabungan Disiagakan Untuk Amankan Aksi 212

28.000 Personel Gabungan Disiagakan Untuk Amankan Aksi 212

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebanyak 28.000 personel gabungan TNI/Polri disiagakan buat mengamankan jalannya aksi 212 yg berlangsung di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/2/2017).

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Iriawan mengatakan, personel gabungan tidak cuma ditempatkan bagi mengamankan Kompleks Parlemen, tapi juga di sejumlah titik yg dianggap rawan.

Namun, ia enggan menyebutkan lokasi-lokasi tersebut.

“Di sini, di dalam (Kompleks Parlemen) saja sekitar 9.000-an. Belum lagi di luar. Keseluruhan hampir 28.000 dibantu oleh TNI,” ujar Iriawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa.

“Ada tempat-tempat yang lain yg kalian jaga. Memungkinkan kalau terjadi satu maka personel telah ditempatkan di lokasi strategis sesuai dengan yg kalian plotting,” lanjut dia.

Sementara itu, buat pengamanan sidang Ahok, tidak ada penambahan personel.

Personel yg diturunkan buat mengamankan sidang sesuai dengan jumlah personel yg diturunkan pada sidang-sidang sebelumnya.

“Itu telah sesuai SOP. Jadi mau kecil massa yg ada di sana baik pro dan kontra tetap segitu karena kalian telah hampir 10-11 kali sidang jadi telah mengerti betul,” kata mantan Kapolda Jawa Barat itu.

28.000 Personel Gabungan Disiagakan Untuk Amankan Aksi 212KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Anggota Polisi disiagakan buat mengamankan jalannya aksi 212 yg berlangsung di depan Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (21/2/2017). Aksi 212 tersebut digelar dalam rangka menuntut Dewan Perwakilan Rakyat agar langsung mengambil tindakan agar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama diberhentikan dari jabatannya.

Ia berharap massa bisa melakukan aksi dengan tertib. 

“Tentunya ini yg kita inginkan massa tertib,” ujar dia.

Adapun tuntutan yg mulai disampaikan dalam aksi tersebut yakni, pertama, meminta MPR/DPR melayangkan surat kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo terkait penonaktifan Ahok.

Ahok dinilai tidak pantas menjabat Gubernur DKI dengan status sebagai terdakwa perkara dugaan penodaan agama.

Tuntutan lainnya, meminta aparat penegak hukum tak melakukan kriminalisasi terhadap ulama dan mahasiswa. Massa juga meminta aparat menahan Ahok.

Kompas TV Puluhan peserta aksi 212, sejak Senin malam (20/2) akan berdatangan ke Jakarta. Beberapa peserta berkumpul di Masjid Jami Al Falah, Jalan Gelora, Palmerah, Jakarta Pusat. Masjid Jami Al Falah, menjadi titik kumpul sebelum peserta menggelar aksi di Gedung DPR. Di masjid ini, mereka mulai melakukan shalat subuh berjemaah. Para peserta ini, berasal dari sejumlah daerah di luar Jakarta, seperti Bogor, Rangkas Bitung, Tangerang, Depok, dan Sukabumi. Dalam aksi siang ini, massa mulai mendesak hak angket Basuki Tjahaja Purnama langsung diputuskan agar Ahok mampu diberhentikan dari jabatannya.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose