Sunday , September 24 2017
Topik Terhangat

Begini Cara Melaporkan Dan Memantau Banjir Di Situs “PetaBencana.id”

Begini Cara Melaporkan Dan Memantau Banjir Di Situs PetaBencana.id

KOMPAS.com — Pada era internet seperti sekarang, segala orang mampu membagi keterangan yg utama buat sesama, misalnya keterangan tentang banjir di suatu wilayah.

Ketika seseorang melaporkannya, orang yang lain dapat menghindari wilayah banjir tersebut. Begitu seterusnya sehingga masyarakat tidak lagi terjebak banjir saat hendak menuju lokasi tertentu.

Dalam hal ini, PetaBencana.id memudahkan penyaluran keterangan tersebut. Anda mampu melaporkan dan memantau banjir dari smartphone, tablet, atau laptop yg terhubung dengan internet.

Platform ini memakai paradigma “manusia sebagai sensor terbaik”, merupakan laporan yg terkonfirmasi dikumpulkan secara segera dari pengguna di lapangan. Laporan itu dulu diolah menjadi data real-time, akurat, tervisualisasi, serta mampu diakses siapa saja.

PetaBencana.id yaitu proyek kolaborasi antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pacific Disaster Center, dan Humanitarian OpenStreetMap Team. Adapun mitra penyedia datanya berasal dari aplikasi lokal Qlue, Twitter, Telegram, pasangmata.com, dan Z-Alert.

Lantas, bagaimana cara melaporkan banjir di PetaBencana.id? Ada tiga mekanisme yg mampu dilakukan, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Selasa (21/2/2017), dari situs PetaBencana.id.

Pertama, laporkan lewat Twitter. Anda cukup menuliskan tanda pagar “#banjir” dulu mention akun Twitter @petabencana. Admin akun tersebut mulai mengirimkan sebuah tautan yg perlu Anda buka.

Ikuti panduan yg diberikan tautan itu buat membuat input lokasi, foto, dan deskripsi banjir yg Anda lihat. Hal ini buat menjunjung proses verifikasi data. Terakhir, saat laporan Anda masuk, Anda dapat melihatnya di peta lewat tautan balasan.

Kedua, laporkan lewat aplikasi mobile Telegram. Anda cukup mengirim teks bertuliskan “/banjir” ke bot @BencanaBot. Sang bot mulai mengirimkan tautan bagi Anda ikuti panduannya.

Cantumkan lokasi, foto, dan deskripsi banjir yg Anda lihat dan alami. Sesudahnya, Anda mampu melihat laporan pada peta lewat tautan balasan.

Terakhir, laporkan lewat aplikasi lokal. Anda dapat melapor lewat aplikasi Qlue, PasangMata, dan Z-Alert lewat fitur yg tertera pada masing-masing aplikasi.

Nah, bagi memantau banjir di lokasi tujuan Anda, silakan buka situs PetaBencana.id. Anda mulai melihat keterangan banjir yg divisualisasikan.

Tinggal pilih wilayah yg ingin Anda telusuri, yakni Jakarta, Surabaya, atau Bandung. Pada lokasi tertentu, ada dua tanda yg dicantumkan.

Tanda merah artinya Siaga 1 dan tinggi banjir di atas 150 cm. Tanda jingga artinya Siaga 2 dan tinggi banjir sekitar 71 cm hingga 150 cm. Lalu Siaga 3 bertanda kuning yg artinya tinggi banjir antara 10 cm hingga 70 cm. Terakhir, Siaga 4 bertanda hijau yg artinya Anda diminta berhati-hati.

Selamat mencoba!

Sumber: http://tekno.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose