Monday , September 25 2017
Topik Terhangat

Denda Rp 25 Miliar Buat Yamaha Indonesia Dipertanyakan

Denda Rp 25 Miliar Buat Yamaha Indonesia Dipertanyakan

Jakarta, KompasOtomotif — Kuasa hukum Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) mempertanyakan bentuk hukuman administratif yg diberikan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk kliennya.

Dalam sidang pembacaan putusan di Jakarta, Senin (20/2/2017), Majelis Komisi mendenda YIMM sebesar Rp 25 miliar karena terbukti melakukan penetapan harga Skutik 110 cc dan 125 cc dengan Astra Honda Motor.

Denda Rp 25 miliar untuk YIMM telah termasuk denda tambahan 50 persen dari besaran proporsi denda. Dijelaskan, tambahan denda itu diberikan karena YIMM dikatakan menyajikan data manipulatif selama proses sidang sebelumnya.

Denda bagi YIMM yaitu angka maksimum menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat pada pasal 47. Denda minimal Rp 1 miliar dan tertinggi Rp 25 miliar.

“Besaran denda, ya itu gutak-gatuk. Denda kan maksimal Rp 25 miliar, selalu seolah-olah kalian milik pangsa pasar berapa selalu ditambah 50 persen. Nah, itu balik lagi, precedent. Belum pernah rasanya ada seperti ini. Seolah-seolah sebelumnya itu Rp 17,5 miliar. Justifikasinya di mana?” kata kuasa hukum YIMM, Rikrik Rizkiyana, usai sidang.

Menurut Rikrik, hampir pasti pihaknya bakal melanjutkan langkah hukum keberatan ke Pengadilan Negeri. Dia menyampaikan masih ada kejanggalan yg terjadi terkait putusan Majelis Komisi. 

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose