Saturday , September 23 2017
Topik Terhangat

Jawaban MA Soal Status Ahok Dan Kritik Jonan Untuk Freeport Yang “Rewel Banget” Bayar Rp 8 T

Jawaban MA Soal Status Ahok Dan Kritik Jonan Untuk Freeport Yang Rewel Banget Bayar Rp 8 T

PALMERAH, KOMPAS.com – Selasa (21/2/2017) kemarin menjadi salah sesuatu hari tersibuk di Jakarta. Dua “peristiwa” besar yg terjadi kemarin merupakan hujan sejak dini hari yg memicu banjir di mana-mana dan juga demo massa di seputaran Gedung MPR/DPR. 

Dari pantauan statistik pengunjung Kompas.com, berita paling populer diduduki oleh berita terkait jawaban Mahkamah Agung soal status Ahok. Jawaban MA ini memang sedang dinanti-nantikan oleh masyarakat.

Berita kedua yg paling populer adalah soal kritik Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan kepada PT Freeport Indonesia. Ungkapan Jonan, yg menyampaikan PT Freeport “rewel banget” cuma karena membayar Rp 8 triliun, menjadi ungkapan kekesalan yg memicu keingintahuan pembaca.

Selain beberapa berita tersebut, diisi oleh berita-berita terkait banjir, sidang Ahok, dan aksi 212. Bagi Anda yg tidak sempat mengikuti pemberitaan kemarin, berikut ini rangkuman berita kemarin yg sayang seandainya Anda lewatkan.

 

Jawaban MA Soal Status Ahok Dan Kritik Jonan Untuk Freeport Yang Rewel Banget Bayar Rp 8 TPOOL / ANTARA FOTO / M AGUNG RAJASA Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kedua kiri) menghadiri sidang lanjutan perkara dugaan penodaan agama di auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (21/2/2017). Sidang lanjutan tersebut beragenda mendengarkan informasi empat orang saksi merupakan Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU) yg juga sebagai Ahli agama Islam KH Miftahul Akhyar, ahli agama Yunahar Ilyas, ahli hukum pidana Majelis Ulama Indonesia (MUI) Abdul Chair dan ahli pidana Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Mudzakkir.

1. Ini Jawaban MA soal Status Ahok

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengungkapkan jawaban dari Mahkamah Agung terkait status Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/2/2017), Tjahjo membawa sebuah surat yg ditandatangani Ketua MA Hatta Ali.

“MA tak mampu memberikan fatwa hukum karena sedang proses di pengadilan,” kata Tjahjo membacakan surat tersebut.

Pemerintah ketika ini memang tengah digugat di Pengadilan Tata Usaha Negara. Gugatan dilayangkan oleh Advokat Cinta Tanah Air.

Mereka menuntut agar pemerintah langsung memberhentikan Ahok bagi sementara karena statusnya sebagai terdakwa masalah penodaan agama.

“Saya paham. Kalau MA bagi fatwa kan mulai memengaruhi pengadilan yg sekarang sedang tahap saksi-saksi,” ucap Tjahjo.

Tjahjo mengaku telah mengatakan surat dari MA ini ke Presiden Joko Widodo. Tjahjo menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi apa yg harus diperbuat.

Namun, Kemendagri, lanjut Tjahjo, tetap berpegang pada sikapnya yg mulai menunggu tuntutan dari jaksa penuntut umum.

Baca selengkapnya di sini. 

 

Jawaban MA Soal Status Ahok Dan Kritik Jonan Untuk Freeport Yang Rewel Banget Bayar Rp 8 TKontributor Malang, Andi Hartik Menteri ESDM Ignasius Jonan ketika mengisi Kuliah Tamu dan Workshop Capasity Building Energi Baru Terbarukan (EBT) oleh Pemuda Muhammadiyah di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang, Selasa (21/2/2017).

2. Jonan: Freeport Ini, Bayar Rp 8 Triliun Saja Rewel Banget

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyatakan, penerimaan negara dari PT Freeport Indonesia sangat sedikit dibanding dengan penerimaan dari sektor lainnya.

Pernyataan itu disampaikan Jonan menanggapi ancaman Freeport McMoran Inc yg berniat menggugat Pemerintah Indonesia ke arbitrase internasional.

Perusahaan tambang yang berasal Amerika Serikat itu menganggap Pemerintah Indonesia berlaku tidak adil lantaran menerbitkan aturan yg mewajibkan perubahan status kontrak karya (KK) ke izin usaha pertambangan khusus (IUPK).

“Penerimaan negara dari cukai rokok itu tahu enggak? Cukai rokok di Indonesia berapa sekarang? Rp 139,5 triliun sesuatu tahun. Nah, Freeport ini yg bayar Rp 8 triliun saja rewel banget,” katanya ketika mengisi Kuliah Tamu dan Workshop Capasity Building Energi Baru Terbarukan (EBT) oleh Pemuda Muhammadiyah di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang, Selasa (21/2/2017).

Jonan menyebutkan, PT Freeport Indonesia sudah membayarkan royalti dan pajaknya ke negara sebesar Rp 214 triliun selama 25 tahun. Dengan begitu, Freeport memberikan kontribusi Rp 8 triliun per tahun buat penerimaan pemerintah.

Baca selengkapnya di sini. 

Jawaban MA Soal Status Ahok Dan Kritik Jonan Untuk Freeport Yang Rewel Banget Bayar Rp 8 TKontributor Pasuruan, Moh. Anas Banjir yg masih menyisakan genangan air di sejumlah jalan dan permukiman di Kecamatam Bangil Kab. Pasuruan usai hujan deras yg menyebabkan Sungai Kedunglarangan dan Sungai Wrati meluap.

3. Banjir Februari 2017, Kekhawatiran Ahok yg Terbukti…

“(Soal banjir), 2016 tak mengkhawatirkan untuk saya. Justru yg paling bahaya (adalah pada) 2017. Kenapa? Karena kemarau panjang ini, La Nina ini, lanjutan hujan paling besarnya itu justru pada 2017…”

Hal itu dikatakan Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ketika berkunjung ke kantor Kompas.com pada Selasa (19/1/2016) dan ditanya soal banjir.

Saat itu, pria yg milik sapaan akrab Ahok ini memastikan sejumlah program bagi meminimalkan ancaman banjir di Jakarta mulai selalu berlanjut. Targetnya, program-program prioritas soal itu mulai dikebut rampung pada 2016.

Ahok pun menambahkan, Jakarta masih mulai baik-baik saja—terbebas dari ancaman besar banjir maupun genangan—kalau cuma ada faktor hujan. “Nah, kalau telah hujan, dulu laut juga pasang, Jakarta jadi mangkok,” ungkap Ahok.

Bagi Ahok, banjir dan genangan setiap kali musim hujan tiba adalah tantangan besar. Ini persoalan yg bukan baru sekarang terjadi tapi tetap harus ditangani dan mendapat solusi.

Baca selengkapnya di sini. 

Baca juga:
“Pak Ahok Menang di Kepulauan Seribu, Ini Bukti Tidak Menodai Agama” 
Wakil Rois Aam PBNU Nilai Ahok “Loncat Pagar” Menyinggung Al-Maidah 

Jawaban MA Soal Status Ahok Dan Kritik Jonan Untuk Freeport Yang Rewel Banget Bayar Rp 8 TKOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Umat muslim mengikuti aksi 212 di depan Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (21/2/2017). Aksi 212 tersebut digelar dalam rangka menuntut Dewan Perwakilan Rakyat agar langsung mengambil tindakan agar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama diberhentikan dari jabatannya.

4. Ini Keputusan Komisi III Setelah Temui Massa Aksi 212

Sejumlah anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat menemui massa aksi 212 yg melakukan aksi unjuk rasa di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/2/2017).

Hal itu dikerjakan setelah Komisi III menerima perwakilan massa aksi di Ruang Rapat Komisi III.

“Kami tak dalam posisi setuju atau tak setuju (dengan tuntutan), tetapi kalian menampung aspirasi dan meneruskan aspirasi kepada pihak yg terkait sesuai mekanisme yg ada,” kata Ketua Komisi III Bambang Soesatyo seusai menemui massa aksi, Selasa siang.

Adapun tuntutan massa aksi 212 pada hari ini yakni, pertama, meminta MPR/DPR melayangkan surat kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo terkait penonaktifan Ahok.

Gubernur DKI Jakarta itu dinilai tak layak tetap menjabat dengan status sebagai terdakwa masalah dugaan penodaan agama.

Tuntutan lainnya, meminta aparat penegak hukum tak melakukan kriminalisasi terhadap ulama dan mahasiswa, serta meminta aparat penegak hukum menahan Ahok.

Komisi III mulai meneruskan tuntutan tersebut kepada pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat buat diteruskan kepada Presiden serta mulai melaporkannya kepada Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian pada meeting kerja Komisi III dan Kapolri yg dijadwalkan mulai dilaksanakan Rabu (22/2/2017) besok.

Baca selengkapnya di sini. 

Jawaban MA Soal Status Ahok Dan Kritik Jonan Untuk Freeport Yang Rewel Banget Bayar Rp 8 TKompas.com/Robertus Belarminus Calon gubernur DKI Anies Baswedan mengunjungi Rusun Rawa Bebek di Cakung, Jakarta Timur, Selasa (21/2/2017). Anies datang ke Rusun Rawa Bebek baru khusus keluarga yg belum lama dibangun.

5. Kepada Warga Rusun Rawa Bebek, Anies Tanya Ingin Ganti Gubernur atau Tidak

Calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengunjungi Rusun Rawa Bebek di Cakung, Jakarta Timur, Selasa (21/2/2017).

Anies datang sekitar pukul 16.40 di Blok Gelatik Rusun Rawa Bebek. Kedatangan Anies segera disambut warga rusun.

Ia kemudian menuju selasar Blok Gelatik dan mengadakan dialog dengan warga. Saat mengatakan sambutannya, Anies mengawalinya dengan bertanya siapa pasangan calon yg menang di rusun tersebut.

“(Nomor) tiga,” jawab warga di lokasi, Selasa sore.

“Jadi, gubernurnya mau tetap apa ganti?” tanya Anies.

“Ganti,” jawab warga.

Anies mengucap syukur dan berharap kepada Tuhan bahwa gubernur di Jakarta mulai diganti. “Insya Allah, nanti kami ganti,” ujar Anies.

Baca selengkapnya di sini. 

Jawaban MA Soal Status Ahok Dan Kritik Jonan Untuk Freeport Yang Rewel Banget Bayar Rp 8 TPetaBencana.id PetaBencana.id

6. Begini Cara Melaporkan dan Memantau Banjir di Situs “PetaBencana.id”

Pada era internet seperti sekarang, seluruh orang mampu membagi keterangan yg utama untuk sesama, misalnya keterangan tentang banjir di suatu wilayah.

Ketika seseorang melaporkannya, orang yang lain mampu menghindari wilayah banjir tersebut. Begitu seterusnya sehingga masyarakat tidak lagi terjebak banjir saat hendak menuju lokasi tertentu.

Dalam hal ini, PetaBencana.id memudahkan penyaluran keterangan tersebut. Anda dapat melaporkan dan memantau banjir dari smartphone, tablet, atau laptop yg terhubung dengan internet.

Platform ini memakai paradigma “manusia sebagai sensor terbaik”, merupakan laporan yg terkonfirmasi dikumpulkan secara segera dari pengguna di lapangan. Laporan itu dahulu diolah menjadi data real-time, akurat, tervisualisasi, serta dapat diakses siapa saja.

PetaBencana.id yaitu proyek kolaborasi antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pacific Disaster Center, dan Humanitarian OpenStreetMap Team. Adapun mitra penyedia datanya berasal dari aplikasi lokal Qlue, Twitter, Telegram, pasangmata.com, dan Z-Alert.

Lantas, bagaimana cara melaporkan banjir di PetaBencana.id? Ada tiga mekanisme yg dapat dilakukan, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Selasa (21/2/2017), dari situs PetaBencana.id.

Baca selengkapnya di sini. 

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose