Saturday , September 23 2017
Topik Terhangat

Kapolda Metro: Tak Ada Kriminalisasi Ulama

Kapolda Metro: Tak Ada Kriminalisasi Ulama

JAKARTA, KOMPAS.com — Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan menegaskan, tidak ada kriminalisasi terhadap ulama terkait dengan proses hukum yg berjalan di kepolisian.

Pernyataan itu diungkapkannya menyusul salah sesuatu tuntutan massa aksi 212 agar penegak hukum tak melakukan kriminalisasi terhadap ulama dan mahasiswa.

“Sejauh ini, penyidikan tak ada kriminalisasi. Orang ada yg melaporkan, apa tak boleh kepolisian melakukan penyelidikan, kemudian apabila bukti cukup, ditingkatkan penyidikan. Kami enggak bilang ulama, perorangan,” kata Iriawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/2/2017).

Ia meyakini kepolisian sudah bekerja secara profesional sehingga seandainya memang tidak ada bukti permulaan yg cukup, sebuah masalah tidak mulai ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan.

Iriawan meminta kepada segala pihak buat memahami bahwa tidak ada keinginan dari kepolisian bagi mengkriminalisasi siapa pun.

“Jangan justifikasi ulama, ini perorangan. Yang dituntut kan Habib Rizieq, kemudian Munarman sama BN (Bachtiar Nasir). Itu kan perorangan, kelakuan sendirinya yg disidik polisi atas pelaporan masyarakat, selalu enggak boleh?” tuturnya.

Adapun tuntutan massa akai 212 di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa pagi, ialah pertama, meminta MPR/DPR melayangkan surat kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo terkait penonaktifan Ahok. Pasalnya, Ahok dinilai tidak pantas menjabat Gubernur DKI dengan status sebagai terdakwa masalah dugaan penodaan agama.

Sementara itu, tuntutan lainnya adalah aparat penegak hukum tak melakukan kriminalisasi terhadap ulama dan mahasiswa serta meminta aparat penegak hukum menahan Ahok.

Kompas TV Puluhan peserta aksi 212, sejak Senin malam (20/2) akan berdatangan ke Jakarta. Beberapa peserta berkumpul di Masjid Jami Al Falah, Jalan Gelora, Palmerah, Jakarta Pusat. Masjid Jami Al Falah, menjadi titik kumpul sebelum peserta menggelar aksi di Gedung DPR. Di masjid ini, mereka mulai melakukan shalat subuh berjemaah. Para peserta ini, berasal dari sejumlah daerah di luar Jakarta, seperti Bogor, Rangkas Bitung, Tangerang, Depok, dan Sukabumi. Dalam aksi siang ini, massa mulai mendesak hak angket Basuki Tjahaja Purnama langsung diputuskan agar Ahok dapat diberhentikan dari jabatannya.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose