Saturday , September 23 2017
Topik Terhangat

Mencicipi Makanan Korea Utara Di Pyongyang Restaurant

Mencicipi Makanan Korea Utara Di Pyongyang Restaurant

Jakarta (ANTARA News) – Ingin mencicipi makanan khas dari negara pimpinan Kim Jong Un? Coba berkunjung ke Pyongyang Restaurant di Boulevard Barat Raya Kelapa Gading, Jakarta. 
Menu restoran itu tidak jauh beda dengan masakan tetangganya Korea Selatan, seperti kimchi chigae, bulgogi, tteokbokki.

Alat makannya juga serupa. Sumpitnya terbuat dari besi dan berbentuk pipih, tak bulat seperti di kebanyakan restoran Jepang.Bagian atasnya berhias ukiran bunga tulip.

Sendoknya, yg berwarna kekuningan dan berhias ukiran daun pada ujungnya, bergagang lebih panjang dibandingkan rata-rata sendok di Indonesia.

Mencicipi Makanan Korea Utara Di Pyongyang Restaurant

Sementara piring saji hingga wadah kecil bagi bumbu semuanya serba putih. 

Apakah segala alat makan diboyong segera dari Korea Utara? Ternyata tidak. Di balik mangkuk besi berisi nasi terpampang jelas tulisan Made In China.
Mencicipi Makanan Korea Utara Di Pyongyang Restaurant
Anda mampu menemukan variasi masakan di buku menu dengan penjelasan tiga bahasa –Indonesia, Korea, Inggris–, akan dari yg dipanggang, tumis, kukus, goreng, hingga berkuah.
Bahasa menjadi persoalan penting dalam berkomunikasi dengan pelayan restoran yg tak fasih berbahasa Indonesia dan milik kosa kata terbatas. Staf lokal sama sekali tak ada, jadi pengunjung yg tak mampu berbahasa Korea harus berusaha lebih keras bila ingin rasa penasaran terjawab. 
Ada menu yg membuat penasaran karena namanya belum pernah didengar, Grilled Wild Plant alias Dodog Panggang. Namun sayang pelayan tak dapat menjelaskan tanaman jenis apa yg diolah menjadi masakan itu.
“Sayur Korea,” Choe Un Hyang berkata singkat ketika ditanya lebih rinci mengenai hidangan itu.
Ketika ditanya apa makanan khas Korea Utara yg lain, dia merekomendasikan ikan Korea yg tak ada di dalam daftar menu. 
Tetapi ia kesulitan menjelaskan dalam bahasa Indonesia apa macam ikan dan bumbu serta cara memasak. Pelayan itu cuma menyebut nama ikan dalam bahasa Korea.
Tidak ada daftar minuman dalam buku menu. Tamu restoran harus bertanya pada pelayan bila ingin minuman selain teh tawar yg disediakan gratis dalam teko kecil yg diletakkan di meja.
Mencicipi Makanan Korea Utara Di Pyongyang Restaurant
Ketika masuk ke restoran, kalian mampu melihat lemari pendingin kecil yg berisi berbagai minuman, akan dari air mineral, soda, kopi kaleng hingga alkohol. 
Tamu restoran mampu memesan apa yg ada di sana, atau menyebut satu-satu minuman yang lain yg lazim di restoran seperti jus buah karena pelayan tak menyebut secara rinci apa saja daftar minuman yg tersedia.
Dan, sekali lagi ingat bahwa ini bukan restoran Korea Selatan. Menyebut nama-nama makanan atau minuman khas negeri Ginseng cuma mulai membuat pelayan bingung.
Contohnya adalah minuman hallabong yg berisi jeruk khas pulau Jeju. Ketika nama hallabong disebut, paras pelayan justru memancarkan tanda tanya, kelihatannya nama itu asing di telinganya.
ANTARA News memesan kue beras pedas alias tteokbokki, daging sapi bakar dan mie dingin Pyongyang.

Pelayan itu kembali ke meja kasir dan mengatakan pesanan lewat walkie talkie. Terdengar suara perempuan yg menjawab sang pelayan di walkie talkie itu.

Setelah itu ia beranjak ke dapur dan membawa tiga piring kecil berisi makanan pembuka berupa ikan teri kering, kerupuk dan irisan tipis kimchi lobak. 
Mencicipi Makanan Korea Utara Di Pyongyang Restaurant
Tak berapa lama, tteokbokki dihidangkan dalam piring putih besar bersama irisan bawang bombay. Bentuk kue berasnya sedikit lebih besar dari yg biasa disajikan di restoran Korea Selatan dengan bumbu lebih pedas. 
Mencicipi Makanan Korea Utara Di Pyongyang Restaurant
Penampilan daging sapi bakarnya berbeda 180 derajat dari foto di buku menu yg menggugah selera. 
Biasanya daging sapi mentah mulai dibakar segera ketika itu juga di depan pembeli supaya pembeli mampu menentukan sendiri tingkat kematangan daging yg diinginkan dan menyantapnya ketika masih hangat.

Di restoran ini, daging yg disajikan telah dibakar hingga matang oleh koki. Rasanya gurih dan relatif cocok di lidah Indonesia, tetapi dagingnya telah dingin, seperti telah dimasak sebelumnya dan cuma dihangatkan ketika ada yg pesan.

Hanya ada sekitar 20 potongan kecil daging sapi bertabur biji wijen di piring saji. Tidak sebanding dengan harganya yg nyaris Rp300.000.

Sebagai pelengkap, ada daun selada, bawang putih, irisan cabai hijau serta bumbu pedas yg penampakannya mirip sambal terasi.

Daging dimakan dengan lebih lalu membungkus daging dan sedikit bumbu memakai selada, bila suka dapat tambah dengan bawang putih dan irisan cabai, baru dimakan.
Mencicipi Makanan Korea Utara Di Pyongyang Restaurant
Pesanan terakhir, mie dingin Pyongyang disajikan dalam mangkuk lebar. Mie ditata sedemikian rupa dalam mangkuk lebar. Penampilannya mirip dengan gambar di daftar menu.
Pada bagian terbawah ada mie tipis kenyal yg lebih gampang dimakan bila terlebih lalu dipotong dengan gunting. Di atas mie ada potongan kol, daging ayam, dan bumbu pedas berwarna merah. 
Sebagai pemanis, beberapa iris timun diletakkan di bagian teratas. Setiap porsi dilengkapi dengan setengah telur rebus.

Sebelum seluruh bahan diaduk, kuah terasa terlalu hambar. Setelah diaduk pun rasa kuah tetap tak gurih seperti selera rata-rata orang Indonesia. 

Irisan semangka segar nan manis menjadi penutup dari pengalaman makan di Pyongyang Restaurant.

Menurut Choe Un Hyang, Pyongyang Restaurant telah ada di Kelapa Gading selama tiga tahun. Restoran ini sebelumnya juga milik cabang di Kebayoran Baru namun telah ditutup.
Saat disambangi ANTARA News pada Selasa (21/2) sore, tak ada pengunjung yg tiba kecuali seorang pria yg kemudian disambut hangat oleh para pelayan dan diantar ke lantai atas. 
Namun Choe Un Hyang menyampaikan biasanya restoran ramai ketika makan siang. Pembelinya bervariasi, termasuk orang-orang asing dari Korea, China maupun Jepang. 
Harga makanan di restoran ini antara harga Rp65.000 hingga Rp300.000. Bersiaplah merogoh kocek lebih dalam bila ingin menyantap menu serba daging karena sesuatu porsi daging harganya mencapai ratusan ribu rupiah. 

Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Komentar Anda

You might also likeclose