Saturday , September 23 2017
Topik Terhangat

2017, Xiaomi Kurangi “Smartphone” Murah?

2017, Xiaomi Kurangi Smartphone Murah?

KOMPAS.com – Setelah posisinya digeser Oppo dan Vivo dari lima besar vendor smartphone global pada 2016 lalu, Xiaomi bersiap unjuk gigi kembali di tahun 2017. Pabrikan China tersebut telah menyiapkan strategi bagi meningkatkan daya saing.

Salah satunya, Xiaomi bakal gencar melengkapi portofolionya dengan ponsel kelas menengah hingga high-end. Hal ini mengindikasikan Xiaomi bakal akan mengurangi produksi ponsel murah, sebagaimana dilaporkan Digitimes dan dihimpun KompasTekno, Rabu (22/2/2017).

Diketahui, selama ini Xiaomi lebih banyak merilis ponsel buat kelas menengah ke bawah. Beberapa produk flagship-nya pun dipatok dengan harga relatif lebih murah sekitar 25 persen dari para pesaingnya.

Pada akhir tahun lalu, Xiaomi melakukan terobosan dengan menghadirkan beberapa ponsel flagship dalam waktu bersamaan. Keduanya adalah Mi Note 2 dan Mi Mix yg eksklusif dipasarkan di China.

Baca: Melihat Lebih Dekat Android Rp 1,5 Juta Xiaomi Redmi 4A

Mi Note 2 mendapat sambutan baik. Dalam waktu 50 detik pada penjualan perdananya, ponsel yg dihargai akan Rp 5,3 jutaan itu ludes terjual. Xiaomi tidak mengumbar berapa stok unit yg disediakan kala itu.

Antusiasme tinggi juga tampak pada penjualan perdana ponsel ber-bezel tipis, Mi Mix. Ponsel yg harganya dimulai Rp 6,7 jutaan itu ludes terjual dalam 10 detik.

Meski demikian, menurut sumber dalam, angka penjualan kedua model tersebut belum memenuhi ekspektasi bagi penjualan di kuartal pertama 2017. Xiaomi masih selalu menggenjot penjualan beberapa lini tersebut di negara asalnya.

Selain strategi memperbanyak portofolio ponsel flagship, Xiaomi juga dikatakan hendak memperbaiki manajemen rantai pasokan alias supply chain. Xiaomi dikatakan sedang mempertimbangkan bekerja sama dengan pemasok baru buat dua komponen.

Xiaomi pun agaknya bakal lebih mandiri. Vendor yg baru ditinggal Hugo Barra tersebut berencana merilis seri Mi 5C memakai chipset buatan sendiri, yakni Pinecone V670 yg rencananya dirilis pada Maret mendatang.

Apakah strategi-strategi Xiaomi tepat sasaran dan dapat mengantarnya kembali ke posisi lima besar smartphone global? Belum ada yg dapat memastikan. Kita tunggu saja.

Baca: Perjuangan dan Optimisme Xiaomi Comeback ke Indonesia

Sumber: http://tekno.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose