Tuesday , August 22 2017
Topik Terhangat

Kapolri: Jika Ada Perbuatan Dan Diatur UU, Itu Bukan Kriminalisasi

Kapolri: Jika Ada Perbuatan Dan Diatur UU, Itu Bukan Kriminalisasi

JAKARTA, KOMPAS.com – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menegaskan pihaknya tidak mengkriminalisasi pihak manapun, termasuk para ulama dan mahasiswa.

Tudingan Polri mengkriminalisasi ulama dan mahasiswa disuarakan massa aksi 212, Selasa (21/2/2017).

Dalam aksi tersebut, salah sesuatu tuntutan massa aksi adalah buat menghentikan kriminalisasi ulama dan mahasiswa.

Tito menjelaskan, kriminalisasi adalah seandainya ada perbuatan yg bukan pidana dan tak diatur dalam undang-undang namun dibuat seolah perbuatan tersebut adalah bentuk pidana.

“Tapi kalau ada perbuatan dan diatur di undang-undang itu bukan kriminalisasi tetapi penegakan hukum,” kata Tito dalam pertemuan kerja Polri dengan Komisi III di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senayan, Rabu (22/2/2017).

Tito juga meminta semua pihak tidak menggeneralisasi. Menurut dia, ulama yg ketika ini diproses hukum yaitu perorangan.

(Baca: Polri Dituduh Kriminalisasi Ulama, Ini Jawaban Kapolri)

Proses hukum, menurut Tito, mengedepankan asas equality before the law atau persamaan di hadapan hukum dan berlaku kepada segala elemen masyarakat.

“Bukan cuma ulama, polisi juga mampu diproses. Jangan sampai polisi diproses kemudian disebut kriminalisasi polisi,” ucap mantan Kapolda Metro Jaya itu.

(Baca: Kapolda Metro: Tak Ada Kriminalisasi Ulama)

Tak terkecuali kalangan mahasiswa. Jika tidak ada kesalahan atau tindak pidana, kata Tito, polisi tidak mulai menangkap siapapun, termasuk mahasiswa.

“Kalau salah tak boleh juga atas nama mahasiswa kalian enggak boleh nangkap,” tuturnya.

Kompas TV Massa berkumpul dan berunjuk rasa di depan kantor DPR-MPR RI, Jakarta buat menuntuk hak angket Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama langsung diputuskan.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose