Monday , September 25 2017
Topik Terhangat

Studi: Memelihara Kucing Tak Sebabkan Gangguan Mental

Studi: Memelihara Kucing Tak Sebabkan Gangguan Mental

Jakarta (ANTARA News) – Sebuah penelitian dari University College London menegaskan bahwa memelihara kucing tidak berhubungan dengan munculnya gejala psikotik.

Temuan ini menjadi bantahan terhadap penelitian sebelumnya bahwa mereka yg tumbuh besar bersama kucing berisiko lebih tinggi mengalami gangguan mental.

“Pesan bagi para pemelihara kucing adalah tidak ada bukti yg memamerkan bahwa kucing memunculkan risiko anak mengalami gangguan kesehatan mental,” ujar penulis studi, Dr Francesca Solmi.

Dia menyampaikan penelitian yg dipublikasikan dalam Psychological Medicine itu fokus mempelajari 5.000 orang yg lahir pada tahun 1991 dan 1992.

Peneliti selalu mengikuti perkembangan para partisipan itu hingga mereka mencapai usia 18 tahun. Data penelitian mencakup ada tidaknya kucing dalam rumah walaupun ibu di dalam rumah itu tengah mengandung dan ketika anak-anak di sana tumbuh dan berkembang.

“Studi kita memperlihatkan memelihara kucing selama kehamilan tidak berhubungan segera dengan risiko munculnya gejala psikotik,” tutur Dr James Kirkbride, peneliti senior.

Sekalipun begitu, peneliti mengingatkan bahwa Toxoplasma Gondii (T. Gondii) yg ditemukan pada kucing perlu tetap diwaspadai menjadi risiko buat ibu hamil dan perkembangan janin.

“T. Gondii mampu menyebabkan persoalan cacat lahir serius dan persoalan kesehatan yang lain pada anak. Kami merekomendasikan ibu hamil tidak menangani kotoran kucing karena mengandung T. Gondii,” ujarnya seperti dilansir Fox News.

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa

Editor: Heppy Ratna

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Komentar Anda

You might also likeclose