Saturday , September 23 2017
Topik Terhangat

Teater Koma Akan Pentaskan Kembali Opera Ikan Asin

Teater Koma Akan Pentaskan Kembali Opera Ikan Asin

Jakarta (ANTARA News) – Merayakan hari jadi yg ke-40 pada 1 Maret mendatang, Teater Koma mulai mementaskan ulang lakon dengan judul “Opera Ikan Asin” pada 2 sampai 5 Maret 2017 di Ciputra Artpreneur, Lotte Shopping Avenue.

Teater Koma pertama kali mementaskan lakon tersebut pada 30 Juli hingga 8 Agustus 1983 di Teater Tertutup Taman Ismail Marzuki. Kemudian dipentaskan lagi pada 20-21 Agustus 1983 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki.

Pada tahun 1999, Teater Koma kembali menampilkan lakon tersebut di Graha Bhakti Budaya pada 10-24 April 1999.

“Kata ulang sebetulnya ingin membuktikan adanya regenerasi,” kata pelopor Teater Koma Nano Riantiarno dalam temu media di Jakarta, Kamis.

Lebih dari itu, Nano melihat pertunjukan Teater Koma sebagai cerminan. yg berdurasi 2 jam 50 menit itu yaitu cerminan situasi Indonesia ketika ini.

“Rasanya cocok dan timing-nya tepat melihat suasana ketika ini,” ujar dia yg juga menulis lakon-lakon Teater Koma.

“Yang baik lakukan, yg tak baik jangan lakukan, masing-masing orang memilih, terserah mereka ini pembelajaran bagi aku dan seluruh orang,” sambung dia.

Sebelumnya, Nano dengan Teater Koma sudah mementaskan ulang “Opera Kecoa” yg menurut dia menunjukkan tak ada perubahan di negeri ini.

“Hukum dalam tanda petik tak jalan. Kapan sih Indonesia bagus, sungai bagus, laut bersih, enggak ada koruptor. Masih, yg paling penting adalah koruptor. Mudah-mudahan koruptor tak ada lagi,” kata Nano.

Pementasan tersebut disadur dari lakon “The Beggar’s Opera” karya John Gay dan musik J.C. Pepusch yg dipentaskan tahun 1728 di London.

Lakon tersebut juga dipentaskan di Jerman dengan judul “Die Dreigroschenoper” atau “The Threepenny Opera” karya Bertolt Brecht dengan komposisi musik dari Kurt Well dipentaskan pertama kali di Theater am Schiffbauerdam, Berlin pada 31 Agustus 1928.

Lakon tersebut kemudian disadur oleh N. Riantiarno dalam judul “Opera Ikan Asin”. Sedangkan latar peristiwa, London sekitar abad ke-19, dipindahkan ke Batavia abad ke-20, jaman Hindia Belanda.

“Opera Ikan Asin” bercerita tentang si Raja Bandit Batavia, Mekhit alias Mat Piso menikahi Poli Picum tanpa seijin Ayahnya, Natasasmita Picum, juragan pengemis se-Batavia.

Picum mengancam Kartamarma, asisten kepala Polisi Batavia yg juga sahabat Mekhit, bahwa para pemgemisnya mulai mengacaukan upacara pengobatan Gubernur Jendral yg baru.

Terpaksa Mekhit ditangkap, dia mulai digantung tepat ketika upacara penobatan, tetapi ketika tali menjerat leher, tiba surat keputusan dari Gubernur Jendral.

Video:

Editor: Monalisa

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Komentar Anda

You might also likeclose