Saturday , September 23 2017
Topik Terhangat

5 Inovasi Teknologi Kamera “Smartphone” Oppo

5 Inovasi Teknologi Kamera Smartphone Oppo

KOMPAS.com – Bersamaan dengan peluncuran seri F1 pada awal 2016 lalu, Oppo mengganti tagline dari “Oppo Smartphone” menjadi “Oppo Camera Phone”. Tagline tersebut mengindikasikan Oppo bakal lebih fokus berinovasi pada teknologi kamera smartphone.

Meski baru setahun mengusung tagline camera phone, kiprah Oppo dalam menciptakan teknologi kamera smartphone sejatinya telah dimulai sejak dua tahun sebelumnya. Berikut selengkapnya yg dirangkum KompasTekno, Sabtu (24/2/2017).

1. Beautifify (2012)

Oppo menjadi vendor pertama yg membenamkan teknologi pengeditan foto selfie secara default di smartphone. Teknologi ini diperkenalkan pada seri U701 Ulike dan U705T Ulike 2 yg diluncurkan 2012 lalu.

Fitur Beautify memungkinan pengguna mempercantik atau mempercakap hasil selfie langsung setelah membidiknya. Pengguna tidak perlu mengunduh aplikasi tambahan dari Google Play Store.

Seiring perkembangannya, fitur Beautify telah dua kali diperbarui hingga yg terakhir versi 4.0. Versi tersebut disematkan pada seri F1, F1s, dan F1 Plus.

2. Pure Image Technology

Teknologi ini sejatinya mencakup dua fitur pada penyetelan kamera Oppo. Diperkenalkan pertama kali pada seri N1, kini Pure Image telah sampai ke versi 2.0+ yg mula-mula diimplementasikan pada N3 keluaran 2014 lalu.

Salah sesuatu fitur yg terpatri pada Pure Image 2.0+ adalah Colorfull Night yg memungkinkan pengguna mengambil gambar pada malam hari dengan shutter cepat agar cahaya dapat lebih banyak terhimpun.

Ada juga Expert Mode bagi menyetel kamera seumpama DSLR, Ultra HD buat fokus yg lebih baik, Slow Shutter buat mengambil gambar bergerak dengan kecepatan lambat, Tracking Focus buat mengikuti objek bergerak agar jadi fokus utama, serta masih ada dua lagi. Beautify sendiri termasuk dalam fitur yg tercantum pada Pure Image Technology.

3. N-Lens

N-Lens adalah fitur lensa inovatif yg diterapkan pada N1. Terdiri dari enam lapis lensa optik yg terbuat dari infrared coated blue glass, hasil jepretan N-Lens dapat menciptakan foto dengan resolusi hingga 2300 LLPH.

Anti-Reflection (AR) Coating meningkatkan rasio cahaya yg masuk mencapai 98 persen sehingga foto tampak lebih detil dan natural.

Selain menjadi produk pilot penyematan N-Lens, N1 juga menjadi smartphone pertama yg memiliki modul kamera putar hingga 306 derajat.

4. Screen Flash Technology

Teknologi ini sangat menolong para pecinta selfie. Pasalnya, seringkali momentum selfie terjadi di malam hari atau di tempat yg minim cahaya.

Screen Flash Technologu memungkinkan smartphone mengeluarkan cahaya dari layar buat menerangi area wajah pengguna. Cahayanya pun disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga tidak bakal menghasilkan selfie yg terlalu terang.

5. SmartSensor

Di MWC 2016, Oppo memperkenalkan teknologi Smart Sensor, yakni stabilisator kamera yg berbeda dari teknologi OIS pada kamera smartphone lain. Pada OIS, perangkat memakai motor bagi menggeser lensa sekitar sehingga gerakan kamera dapat imbang dan stabil.

Berkebalikan, Smart Sensor malah membuat lensa stabil dan membuat sensor melawan gerakan. Smart Sensor bisa memberikan stabilisasi gambar tiga sumbu dan mampu mendeteksi gerakan pada gulungan sumbu.

Berkat kemampuan itu, SmartSensor dapat tiga kali lebih cepat dari teknologi OIS berbasis lensa serta mampu mengompensasi getaran pada gambar hingga 15ms.

Ada dua keuntungan dari hal penerapan SmartSensor. Pertama, SmartSensor bisa mengoreksi goyangan di sumbu lain, yakni roll axis, sehingga dapat meredam guncangan dengan lebih efektif.

Kedua, SmartSensor bisa bekerja dengan sangat cepat. OIS di lensa biasanya memiliki jeda “start up” setidaknya 50 milidetik sebelum akan bersiap meredam goyangan. Proses serupa pada SmartSensor cuma memakan waktu 15 milidetik.

Ketiga, OIS di lensa umumnya memiliki tingkat presisi antara 3 hingga 5 mikrometer, sementara SmartSensor dapat mengoreksi getaran hingga 0,3 mikrometer, atau 10 kali lebih akurat.

Terakhir, SmartSensor memiliki konsumsi daya lebih rendah dibandingkan OIS pada lensa yg memakai motor coil. Penggunaan listrik SmartSensor cuma berkisar di angka 10 miliwatt atau 50 kali lebih rendah dari OIS berbasis lensa.

Dengan berbagai kelebihan di atas SmartSensor diklaim dapat menghasilkan tangkapan gambar yg tajam, bebas buram akibat goyangan di situasi yg kurang ideal sekalipun, misalnya di malam hari atau ketika menonton konser musik.

Selanjutnya, pada MWC 2017, Oppo kembali bakal merilis teknologi kamera smartphone yg dinamai “5x”. Seperti apa teknologi tersebut? Ikuti laporan segera KompasTekno dari venue acara di Barcelona, Spanyol, Februari mendatang.

Sumber: http://tekno.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose