Saturday , September 23 2017
Topik Terhangat

Bareskrim Sudah Periksa Tiga Orang Terkait Laporan Antasari

Bareskrim Sudah Periksa Tiga Orang Terkait Laporan Antasari

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, penyidik telah memeriksa mantan Ketua Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Antasari Azhar.

Pemeriksaan itu terkait dugaan tindak pidana persangkaan palsu, serta dugaan ada pejabat polisi sengaja menggelapkan dan membuat barang bukti tak dipakai di pengadilan.

“Kasus Antasari telah dikerjakan pemeriksaan ke Antasari,” ujar Martinus di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Senin (20/2/2017).

Selain Antasari, penyidik juga memeriksa adik kandung Nasruddin Zulkarnaen, yakni Andi Syamsuddin, dan kuasa hukum Antasari, yakni Boyamin Saiman.

“Jadi telah diperiksa tiga orang, yakni Boyamin, adiknya Nasrudin, Pak Andi Syamsuddin, dan Pak Antasari,” kata dia.

Martinus mengatakan, pemeriksaan dikerjakan di kantor Bareskrim yg sementara ini bertempat di Kementerian Kelautan dan Perikanan pada Kamis (23/2/2017) lalu. Ketiganya selesai menjalani pemeriksaan sekitar pukul 17.00 WIB.

Menurut Martinus, penyidik mengajukan sekitar 25 pertanyaan kepada Antasari. Sementara kepada Andi dan Boyamin, Martinus mengaku tak mengetahui secara pasti berapa banyak pertanyaan yg diajukan penyidik.

Dalam pemeriksaan itu, kata Martinus, penyidik ingin menggali lebih dalam laporan yg disampaikan oleh Antasari.

“Substansinya penyidik ingin dapatkan info yg disangkakan itu. Laporan sangkaan palsu ini digali apakah ini pidana dan diteruskan ke penyidikan. Atau malah berhenti di penyelidikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyidik mulai memanggil beberapa orang saksi pada pekan depan. Namun demikian, Martinus tak mampu menjelaskan lebih rinci kapan tepatnya pemeriksaan selanjutnya mulai dilakukan.

Sebelumnya, Antasari mengatakan laporan ke Bareskrim Polri, Jakarta, pada Selasa (14/2/2017).

Dalam laporannya, Antasari menyebut ada pihak yg sengaja mengkriminalisasi dirinya.

Antasari juga menganggap Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono sebagai dalang di balik upaya kriminalisasi tersebut.

Antasari mengatakan, sekitar Maret 2009, CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo pernah menemui dirinya. Saat itu, kata Antasari, Hary mengaku diutus oleh SBY selaku Presiden ketika itu.

Dalam meeting itu, Hary meminta agar KPK tak menahan Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aulia Tantowi Pohan, besan SBY.

Antasari mengaku menolak permintaan itu. Sebab, telah menjadi prosedur buat KPK bagi menahan seseorang yg telah ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut Antasari, Hary selalu memohon kepadanya. Dirinya pun, selalu menolak permintaan tersebut.

(Baca: Antasari Sebut Hary Tanoe Diutus SBY Minta Aulia Pohan Tak Ditahan)

Berselang beberapa bulan kemudian, Antasari ditangkap polisi. Ia dituduh membunuh Direktur Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen. Antasari menduga bahwa kasusnya tidak terlepas dari kedatangan Hary yg diutus SBY ke rumahnya pada malam itu.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyampaikan bahwa pihak yg dilaporkan Antasari bukanlah SBY, melainkan anggota Polri yg ketika itu menangani kasusnya.

(Baca: Kapolri: Antasari ke Mabes Laporkan Anggota Polri, Bukan SBY)

Menurut Tito, Antasari merasa sejumlah anggota Polri melakukan pembiaran dan seolah melakukan rekayasa atau menghilangkan barang bukti kasus.

“Yang bersangkutan tiba ke Mabes Polri justru melaporkan anggota Polri, termasuk Pak Kapolda Metro,” kata Tito.

Kompas TV Penyidik polri sudah memeriksa mantan Ketua KPK Antasari Azhar atas penanganan masalah pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. Klarifikasi juga mulai dikerjakan pada penyidik yg menangani perkara pembunuhan Zulkarnaen. Sebelumnya, Antasari Azhar melaporkan sudah ada dugaan rekayasa. Salah sesuatu hal yg ingin diungkap adalah soal ada tidaknya SMS ancaman terhadap Nasrudin Zulkarnaen.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose