Saturday , September 23 2017
Topik Terhangat

Dapat Gelar Adat Dari Rakyat Maluku, Jokowi Balas Dengan Pantun Lokal

Dapat Gelar Adat Dari Rakyat Maluku, Jokowi Balas Dengan Pantun Lokal

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo menerima gelar adat kehormatan “Upu Kalatia Kenalean Da Ntul Po Deyo Routnya Hnulho Maluku”.

Pemasangan jubah kebesaran, kain ikat pinggang, kain bahu, mahkota kebesaran, dan pemberian tongkat adat kehormatan sebagai penanda penganugerahan gelar dikerjakan segera oleh Ketua Majelis Latupati Maluku, Bonifaxius Silooy, pada Jumat (24/2/2017) di Kristiani Center, Ambon, Provinsi Maluku.

Seperti dikutip dari siaran pers resmi Istana, gelar adat kehormatan tersebut diberikan kepada Jokowi berdasarkan keputusan majelis adat Maluku, yg terdiri atas para tetua adat atau Latupati.

(Baca: Jokowi Beberkan Curhat Gubernur Maluku, Hadirin Mendadak Riuh)

 

Penghargaan diberikan karena Jokowi dianggap sebagai pemimpin yg peduli terhadap kesejahteraan hidup masyarakat adat Maluku.

Atas penganugerahan tersebut, Kepala Negara mengatakan rasa terima kasihnya.

“Saya merasa sangat terhormat sekali dan mengucapkan terima kasih atas penganugerahan gelar adat kehormatan Maluku kepada saya. Saya memahami bahwa gelar ini disertai dengan tanggung jawab bagi memajukan Maluku, bagi menyejahterakan rakyat Maluku,” kata Jokowi.

Jokowi menyatakan kebanggaannya pada kearifan lokal rakyat Maluku yg berbasis persaudaraan. Dengan falsafah Siwalima, perbedaan dan keragaman budaya masyarakat Maluku mampu dipersatukan.

“Menggunakan falsafah Siwalima yg menyatukan seluruh perbedaan kelompok menjadi kekuatan perekat yg abadi. Sejarah telah menyaksikan bagaimana kearifan lokal Maluku mampu dengan cepat memulihkan kondisi setelah terjadinya konflik sosial pada waktu yg lalu,” ucapnya.

Jokowi sekaligus mengatakan harapannya agar masyarakat Maluku mampu selalu merawat keanekaragaman yg ada sambil selalu mengupayakan keharmonisan.

(Baca: Kepada Ketua DPR, Jokowi Cerita Diprotes Masalah DAU Maluku)

“Maka, aku harap Musyawarah Besar para Latupati se-Maluku hari ini mulai mampu selalu merawat kebinekaan yg ada, kemajemukan yg ada, keharmonisan yg ada, dan membingkai perdamaian Maluku dalam semangat hidup orang bersaudara,” ujarnya.

Di tengah sambutannya, Jokowi pun sempat membacakan sebuah pantun dalam bahasa lokal. Lewat pantun tersebut, Jokowi hendak mengatakan bahwa walaupun terpisah dengan jarak yg cukup jauh, masyarakat Maluku mulai tetap berada di hatinya.

Panah gurita di ujung tanjong, cari bia di ujung meti. Biar tapisah gunung deng tanjong, orang Maluku terus di hati,” demikian pantun dibacakan yg segera mengundang tepuk tangan hadirin.

Kompas TV Ini adalah dua pertanyaan netizen kepada Presiden Joko Widodo di media sosial. Nantinya, pertanyaan yg disampaikan melalui situs berbagi gambar Youtube dengan tanda pagar #Jokowimenjawab mulai segera dijawab presiden, juga melalui video. Tautan atau link video yg dikirim juga dapat diunggah ke akun Facebook Presiden Joko Widodo. Namun, ada syarat buat kesempatan bertanya pada Presiden kali ini. Anda harus berusia 13 hingga 20 tahun. Durasi video yg dikirim maksimal 30 detik dengan sesuatu pertanyaan. Pengiriman dikerjakan akan 18 Februari 2017 dan mulai ditutup pada 25 Februari 2017. Interaksi Presiden Joko Widodo di media sosial bukan kali ini saja, Presiden dua waktu dulu juga membuat video blog ketika berkunjung ke Maluku. Video ini sebelumnya diunggah ke akun Twitter Jokowi.

 

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose