Saturday , September 23 2017
Topik Terhangat

Internet Dan Media Sosial Dinilai Tak Selalu Jadi Ancaman Demokrasi

Internet Dan Media Sosial Dinilai Tak Selalu Jadi Ancaman Demokrasi

JAKARTA, KOMPAS.com – Internet dan media sosial dinilai tidak terus menjadi ancaman dalam kehidupan berdemokrasi. Internet dan media sosial justru memiliki sisi positif yg berguna buat masyarakat.

“Mungkin di kepala pejabat melihat medsos dari sisi negatifnya, tetapi sebenarnya ada kekuatan dahsyat dari sisi positifnya,” kata kolumnis Hamid Basyaib dalam diskusi Smart FM di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (25/2/2017).

Sebagai contoh, menurut Hamid, media sosial membuat kesetaraan di antara negara-negara maju dan berkembang. Melalui media sosial, masyarakat tak lagi terbagi atas golongan elit atau masyarakat kecil.

(Baca: Pernyataan Jokowi soal Demokrasi Kebablasan Dinilai Wajar)

“Bayangkan, sekarang kalian mampu mengkritik segera Presiden AS, hampir secara face to face. Sekarang setiap ketika kalian dapat menerima beribu-ribu keterangan secara real time,” kata Hamid.

Hal lain, menurut Hamid, internet terbukti menjadi media pembelajaran yg meningkatkan kecerdasan masyarakat. Selain itu, dengan adanya internet, bahasa tak lagi menjadi hambatan dalam berkomunikasi.

Menurut Hamid, pemerintah harus mampu menyadari bahwa perkembangan dunia internet dan teknologi keterangan adalah satu yg tak mampu dibendung.

(Baca: Jokowi: Demokrasi Kita Sudah Kebablasan)

 

Meski terkadang pemanfaatan internet dan media sosial mampu menimbulkan masalah, menurut Hamid, pemerintah harus tetap meyakinkan publik bahwa penggunaan internet secara positif mampu memberikan efek yg positif juga kepada masyarakat.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose