Saturday , September 23 2017
Topik Terhangat

Jimly Sarankan Pengganti Patrialis Bukan Politisi

Jimly Sarankan Pengganti Patrialis Bukan Politisi

JAKARTA, KOMPAS.com – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie menyarankan agar calon hakim konstitusi pengganti Patrialis Akbar tak berasal dari politisi. Jimly mengatakan, hakim konstitusi haruslah seorang negarawan yg netral secara politik.

“Negarawan ya bukan politisi. Lawan kata negarawan adalah bukan politisi gampangnya,” kata Jimly ketika ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (25/2/2017).

Jimly mengatakan, politisi adalah orang yg terlibat aktif dengan partai, lembaga atau golongan politik tertentu. Menurut Jimly, orang dengan latar belakang politisi cenderung memiliki kepentingan golongan.

Meski demikian, menurut Jimly, calon hakim dari non-politisi juga tak menjamin terpenuhinya kompetensi sebagai hakim MK. Hal yang lain yg perlu diperhatikan adalah pengalaman seseorang dalam konteks bernegara.

“Dia tak mampu cuma orang pintar, dia harus milik pengalaman. Jadi negarawan itu harus lebih utuh dilihatnya,” kata Jimly.

Presiden Joko Widodo telah menandatangani Keputusan Presiden terkait pembentukan Panitia Seleksi Hakim Mahkamah Konstitusi. Pansel diketuai oleh mantan Hakim MK, Harjono.

Pansel bertugas mencari sesuatu hakim MK buat menggantikan Patrialis Akbar. Patrialis telah diberhentikan secara tak hormat karena tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan menerima suap.

Kompas TV Hakim Konstitusi non aktif. Patrialis Akbar menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka di gedung Komisi Pemberantas Korupsi, Jakarta. Ia diperiksa sebagai tersangka perkara dugaan suap lebih dari 2 miliar Rupiah.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose