Saturday , September 23 2017
Topik Terhangat

Kandaskan Djarum Kudus, Musica Sabet Gelar Keempat

Kandaskan Djarum Kudus, Musica Sabet Gelar Keempat

Surabaya (ANTARA News) – Klub Musica Champion berhasil menyabet gelar keempatnya dalam ajang Djarum Superliga Badminton, setelah pada partai final di DBL Arena, Surabaya, Minggu mengandaskan Djarum Kudus 3-2.

Musica mendapat poin pertama tanpa harus mengeluarkan banyak keringat saat pemain Djarum Kudus Son Wan Ho harus mundur dari laga karena mengalami cedera saat bertanding melawan pemain Musica Chou Tien Chen di game pertama saat kedudukan sedang ketat 13-14.

Akan tetapi, Djarum Kudus menyeimbangkan kembali kedudukan melalui Mohammad Ahsan/Kevin Sanjaya Sukamulyo yg berhasil menggulung Fajar Alvian/Muhammad Rian Ardianto beberapa game segera 21-18, 21-17.

Djarum Kudus sempat berhasil memimpin perolehan poin 2-1 atas Musica, saat secara gemilang Ihsan Maulana Mustofa menumbangkan kompatriotnya di Pelatnas Jonathan Christie di partai ketiga dengan skor 21-15, 21-14.

Akan tetapi, Musica kembali berhasil menyeimbangkan poin melalui pasangan Kim Sa Rang/Lee Yong Dae yg mengempaskan duet sesama Korea punya Djarum Kudus Ko Sung Hyun/Shin Baek Chol beberapa game 21-16, 21-19.

Akhirnya kemenangan Musica dipastikan oleh Anthony Sinisuka Ginting yg menyudahi perlawanan Shesar Hiren Rustavito, setelah bermain ketat di game pertama. Pertarungan tersebut berakhir dengan skor 23-21 dan 21-10 buat kemenangan Anthony.

“Kami kurang beruntung saja, namun pertandingan memang seperti itu ada menang dan kalah,” kata Ketua PB Djarum Kudus Yoppy Rosimin.

Terkait dengan mundurnya Son Wan Ho karena cedera, Yoppy menilai hal tersebut menjadi pengaruh penting tim Djarum Kudus mengalami kekalahan, pasalnya Son Wan Ho diharapkan mendulang poin buat mereka.

“Ini jelas pengaruh, karena poin itu diharapkan dari tunggal pertama dan ganda pertama dulu selanjutnya tinggal fight di partai ketiga dan keempat yg kemungkinannya 50:50 dan memang di partai terakhir kita serahkan, tetapi ini emang telah ada yg atur,” ujar Yoppy yg juga yaitu Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation.

Sementara itu, pihak Musica sendiri sepakat bahwa cederanya tunggal pertama Djarum Kudus Son Wan Ho menjadi bantuan terbesar mereka buat memenangkan laga ulangan tahun 2015 dulu ini.

“Cederanya Son di partai pertama yaitu pengaruh besar, karena secara hitung-hitungan partai pertama dan kedua mereka lebih unggul dan di pertandingan empat hingga lima kita lebih unggul, jadi ini memang yaitu satu yg berpengaruh besar,” kata Manajer Musica Champion Effendy Wijaya di lokasi yg sama.

Ini diketahui sebagai final kedua buat Djarum Kudus setelah tahun 2015 dulu juga digagalkan oleh Musica Champion. Sedangkan buat Musica, ini yaitu gelar keempatnya yg diraih secara berturut-turut sejak 2013 lalu.

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Kandaskan Djarum Kudus, Musica Sabet Gelar Keempat

Kandaskan Djarum Kudus, Musica Sabet Gelar Keempat

Surabaya (ANTARA News) – Klub Musica Champion berhasil menyabet gelar keempatnya dalam ajang Djarum Superliga Badminton, setelah pada partai final di DBL Arena, Surabaya, Minggu mengandaskan Djarum Kudus 3-2.

Musica mendapat poin pertama tanpa harus mengeluarkan banyak keringat saat pemain Djarum Kudus Son Wan Ho harus mundur dari laga karena mengalami cedera saat bertanding melawan pemain Musica Chou Tien Chen di game pertama saat kedudukan sedang ketat 13-14.

Akan tetapi, Djarum Kudus menyeimbangkan kembali kedudukan melalui Mohammad Ahsan/Kevin Sanjaya Sukamulyo yg berhasil menggulung Fajar Alvian/Muhammad Rian Ardianto beberapa game segera 21-18, 21-17.

Djarum Kudus sempat berhasil memimpin perolehan poin 2-1 atas Musica, saat secara gemilang Ihsan Maulana Mustofa menumbangkan kompatriotnya di Pelatnas Jonathan Christie di partai ketiga dengan skor 21-15, 21-14.

Akan tetapi, Musica kembali berhasil menyeimbangkan poin melalui pasangan Kim Sa Rang/Lee Yong Dae yg mengempaskan duet sesama Korea punya Djarum Kudus Ko Sung Hyun/Shin Baek Chol beberapa game 21-16, 21-19.

Akhirnya kemenangan Musica dipastikan oleh Anthony Sinisuka Ginting yg menyudahi perlawanan Shesar Hiren Rustavito, setelah bermain ketat di game pertama. Pertarungan tersebut berakhir dengan skor 23-21 dan 21-10 buat kemenangan Anthony.

“Kami kurang beruntung saja, namun pertandingan memang seperti itu ada menang dan kalah,” kata Ketua PB Djarum Kudus Yoppy Rosimin.

Terkait dengan mundurnya Son Wan Ho karena cedera, Yoppy menilai hal tersebut menjadi pengaruh penting tim Djarum Kudus mengalami kekalahan, pasalnya Son Wan Ho diharapkan mendulang poin untuk mereka.

“Ini jelas pengaruh, karena poin itu diharapkan dari tunggal pertama dan ganda pertama dahulu selanjutnya tinggal fight di partai ketiga dan keempat yg kemungkinannya 50:50 dan memang di partai terakhir kita serahkan, tetapi ini emang telah ada yg atur,” ujar Yoppy yg juga yaitu Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation.

Sementara itu, pihak Musica sendiri sepakat bahwa cederanya tunggal pertama Djarum Kudus Son Wan Ho menjadi bantuan terbesar mereka bagi memenangkan laga ulangan tahun 2015 dulu ini.

“Cederanya Son di partai pertama yaitu pengaruh besar, karena secara hitung-hitungan partai pertama dan kedua mereka lebih unggul dan di pertandingan empat hingga lima kita lebih unggul, jadi ini memang yaitu satu yg berpengaruh besar,” kata Manajer Musica Champion Effendy Wijaya di lokasi yg sama.

Ini diketahui sebagai final kedua buat Djarum Kudus setelah tahun 2015 dahulu juga digagalkan oleh Musica Champion. Sedangkan buat Musica, ini yaitu gelar keempatnya yg diraih secara berturut-turut sejak 2013 lalu.

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Komentar Anda

You might also likeclose