Monday , September 25 2017
Topik Terhangat

KBRI Beri Pendampingan Hukum Kepada Siti Aisyah

KBRI Beri Pendampingan Hukum Kepada Siti Aisyah

JAKARTA, KOMPAS.com — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur memastikan memberikan pendampingan hukum kepada Siti Aisyah, warga Indonesia yg menjadi tersangka dalam perkara dugaan pembunuhan seorang warga Korea Utara di Malaysia.

“Dengan sudah disetujuinya pendampingan pengacara oleh Siti Aisyah, Wakil KBRI mengatakan kepada pihak Malaysia agar ke depan setiap perkembangan yg terkait dengan Siti mampu disampaikan terlebih lalu kepada pengacara,” kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, dalam pesan singkat yg diterima di Jakarta, Minggu (26/2/2017), seperti dikutip Antara.

(baca: Siti Aisyah Mengaku Dibayar Rp 1,2 Juta buat Ikut “Reality Show”)

Sebelumnya, pada Sabtu (25/2/2017) pukul 10.30 (waktu setempat), Tim Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur didampingi pengacara sudah melakukan kunjungan kekonsuleran kepada Siti Aisyah di kantor polisi Cyberjaya.

Kunjungan tersebut adalah tindak lanjut dari pemberian akses kekonsuleran yg disampaikan Menlu Malaysia kepada Menlu RI pada Jumat malam (24/2/2017). Kunjungan tersebut berlangsung sekitar 30 menit.

“Pertemuan dikerjakan dalam beberapa tahap. Tahap pertama wakil KBRI melakukan pemindaian sidik jari memakai perangkat bergerak, guna memverifikasi kewarganegaraan berdasarkan data paspor. Tahap kedua, pejabat kekonsuleran menemui SA,” ujar Iqbal.

Menurut dia, dari hasil verifikasi terkonfirmasi bahwa sidik jari SA sesuai dengan data pada paspor yg dimiliki ketika ini.

Iqbal menjelaskan bahwa dalam rapat dengan SA, pejabat kekonsuleran KBRI memastikan keadaan kesehatan SA, meminta persetujuan SA bagi memperoleh pendampingan hukum dari pengacara yg ditunjuk, dan menjelaskan hak-hak hukum SA.

Selain itu, kata dia, pejabat kekonsuleran KBRI dan pengacara juga meminta keterangan awal bagi proses pendampingan hukum.

“Dalam rapat tersebut, SA mengaku dalam keadaan sehat dan mendapatkan perlakuan yg baik selama masa penahanan. SA juga mengatakan persetujuan buat mendapatkan pendampingan hukum dari pengacara yg ditunjuk KBRI,” ucap Iqbal.

Dia menambahkan, Kementerian Luar Negeri juga mulai langsung menghubungi secara resmi keluarga SA di Serang buat mengatakan dua hal terkait kunjungan kekonsuleran tersebut serta dua pesan dari SA kepada kedua orangtuanya.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose