Monday , September 25 2017
Topik Terhangat

Raja Salman Kunjungi Indonesia, Ini Harapan Pimpinan Komisi I DPR

Raja Salman Kunjungi Indonesia, Ini Harapan Pimpinan Komisi I DPR

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Abdul Kharis Almasyhari menuturkan, kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud pada 1 hingga 9 Maret 2017 sangat kental dengan warna investasi.

Indonesia, kata dia, harus dapat memanfaatkan peluang dari kunjungan tersebut bagi menggerakkan roda perekonomian Tanah Air.

“Ini tantangan buat Indonesia apakah kami dapat memanfaatkan peluang investasi ini sekaligus memberikan stimulus untuk ekonomi nasional kita,” ujar Abdul Kharis ketika dihubungi, Minggu (27/2/2017).

(baca: Raja Salman Akan Lihat Keberagaman Indonesia di Istiqlal dan Katedral)

Terlebih lagi, kunjungan Raja Salman terbilang spektakuler karena membawa serta rombongan yg jumlahnya mencapai 1.500 orang.

Tujuan investasi Arab Saudi dianggap membawa keuntungan tersendiri buat Indonesia.

Sebab, Arab Saudi melakukan investasi murni, jarang mensyaratkan penyertaan tenaga kerja dari negara itu sendiri.

“Ini investasi murni yg sangat menguntungkan daripada negara-negara yg menginvestasikan tapi dengan catatan tenaga kerja harus dari sana,” ucap politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

(baca: Yang Beda dari Penyambutan Jokowi buat Raja Arab Saudi…)

Hanya saja, Abdul Kharis menilai, Arab Saudi harus lebih kreatif, mengingat tren harga minyak yg cenderung turun.

“Arab Saudi harus kreatif. Tidak cuma menginvestasikan dengan bentuk minyak. Harus kreatif menginvestasikan dananya,” ucap dia.

Terlepas dari keuntungan di bidang investasi, kedatangan Raja Salman juga diharapkan dapat memperbaiki keadaan tenaga kerja Indonesia (TKI) yg bekerja di Timur Tengah, khususnya Arab Saudi, dengan sejumlah permasalahan, seperti pemerkosaan, kekerasan, dan penganiayaan terhadap TKI dapat diminimalisasi.

Namun, di sisi lain, Indonesia juga diimbau mengirimkan TKI dengan kemampuan yg terbaik dan terdidik sehingga ketika bekerja tak menjadi persoalan di negeri sana.

“Dengan menguatnya hubungan bilateral ini, kalian berharap TKI di Arab Saudi mampu mendapatkan perlindungan yg lebih baik,” kata Abdul Kharis.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose