Tuesday , September 26 2017
Topik Terhangat

Wisman Tiongkok Minati Pesta Pernikahan Di Bali

Wisman Tiongkok Minati Pesta Pernikahan Di Bali

Denpasar (ANTARA News) – Ketua Bali Wedding Association (BWA) Ketut Agus Dion Satvika menyampaikan wisatawan dari Tiongkok dan Australia paling meminati melangsungkan pesta pernikahan di Pulau Dewata.

“Kalau lalu didominasi oleh wisatawan dari Australia, sekarang telah bersaing jumlahnya dengan wisatawan dari Tiongkok. Mereka ini sama-sama menyukai suasana pantai bagi menggelar pesta pernikahan,” kata Dion, di Denpasar, Minggu.

Sedangkan konsep tema pernikahan yg diangkat, lanjut dia, umumnya bergaya Barat, tapi ada juga yg dipadukan dengan budaya Bali.

“Untuk tahun ini, kalian prediksi semakin banyak pesta pernikahan yg digelar di Bali, karena pada bulan Januari yg biasanya cenderung sepi, tapi awal tahun ini setiap hari ada saja yg menggelar pesta pernikahan,” ujarnya pula.

Berkaca dari pengalaman tahun sebelumnya, pesta pernikahan di Bali mulai akan ramai dari bulan Mei. Sedangkan dari Januari sampai April, rata-rata per hari ada empat pesta pernikahan yg dilayani oleh anggota BWA, namun akan Mei dapat mencapai 15 pesta nikah dalam sehari.

Dion menambahkan, wisatawan Tiongkok dan Australia yg melangsungkan pesta nikah di Bali, umumnya tak menyertakan undangan yg terlalu besar. Mereka lebih suka cuma mengajak kerabat dan teman terdekat.

“Meskipun demikian, biaya yg mereka keluarkan tak dapat dikatakan kecil karena seluruh pernak-pernik pernikahan hingga kateringnya adalah kelas yg terbaik,” ujarnya lagi.

Bali sebagai tempat pesta pernikahan, lanjut Dion, juga makin digemari oleh wisatawan dari Jepang dan India. Mereka juga menyukai pemandangan pantai hingga tebing bagi melangsungkan pernikahan.

“Hanya saja, khusus wisatawan India, murni mengangkat konsep budaya setempat. Mereka memilih Bali lebih buat mengejar view yg indah,” kata Dion lagi.

Public Relation Bali Wedding Association Elbie Damara menambahkan Bali semakin digandrungi menjadi tujuan pelaksanaan pesta pernikahan, sekaligus menjadi potensi wisata baru.

“Mereka dari luar negeri itu waktu tinggalnya juga lumayan lama, rata-rata 5-10 hari karena sekaligus digunakan sebagai kesempatan buat berlibur, sehingga hotel-hotel juga ikut kebagian rezeki,” ujar Elbie.

Apalagi kalau yg menggelar pesta pernikahan itu orang Indonesia, meski relatif lebih singkat tinggal di Bali, tapi biasanya jumlah undangannya cukup besar hingga 100 orang.

“Menggeliatnya bisnis wedding di Bali setidaknya mampu membantu mengangkat okupansi hotel di tengah berlebih jumlah kamar hotel di sini,” katanya pula.

Editor: Unggul Tri Ratomo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Komentar Anda

You might also likeclose