Tuesday , September 26 2017
Topik Terhangat

AFC Dilaporkan Putus Kontrak Dengan Perusahaan Penyiaran China

AFC Dilaporkan Putus Kontrak Dengan Perusahaan Penyiaran China

Sydney (ANTARA News) – Perusahaan China LeSports menyampaikan kontrak empat tahunnya bagi menyiarkan kompetisi-kompetisi Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) diputus oleh badan sepak bola benua pada minggu lalu, setelah gagal membayar cicilan terkait kesepakatan, kata sumber-sumber yg dkonfirmasi Reuters.

Kesepakatan itu, yg bernilai sampai 100 juta dolar, meraih kesepakatan dengan unit olahraga dari raksasa teknologi China LeEco pada Oktober 2015 dan memberikan hak-hak penyiaran eksklusif kepada perusahaan China itu bagi pertandingan-pertandingan di bawah asuhan AFC.

Kesepakatan itu dibatalkan minggu lalu, kata sejumlah sumber, setelah LeSports gagal bagi membayar cicilan terakhir di kontrak yg mencakup Liga Champions Asia, putaran final zona Asia buat putaran final Piala Dunia 2018, dan Piala Asia dari 2017 sampai 2020.

Belum ada pihak yg mampu dimintai komentar dari LeEco. AFC menyampaikan kepada Reuters bahwa pihaknya tak berada dalam posisi bagi berkomentar.

AFC mengawasi segala sepak bola di Asia dan turnamen klub papan atas, Liga Champions Asia, termasuk klub-klub papan atas dari benua itu serta Australia.

LeSports, yg juga memegang hak-hak China buat putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia, melakukan pembayaran menit terakhir pada Desember bagi memastikan pihaknya menghormati komitmen-komitmen bagi menyiarkan Liga Inggris.

LeEsco mengumumkan pada Januari bahwa pihaknya menerima investasi baru bernilai 15,04 milyar yuan (2,19 dolar) dari perusahaan pengembang properti Sunar China Holdings.

Meski tim sepak bola nasional China mengalami kesulitan dalam dua tahun terakhir, ketertarikan kepada permainan di level klub sudah membesar di China.

Guangzhou Evergrande menjuarai Liga Champions Asia pada 2013 dan 2015 dan masuknya bakat-bakat asing dengan bayaran tinggi, termasuk pemain yang berasal Brazil Oscar dan Carlos Tevez yang berasal Argentina, sudah membanjiri Liga China buat musim baru yg mulai dimulai minggu depan.

Entitas-entitas dan individual China sudah memberikan lebih dari tiga milyar dolar pada investasi-investasi sepak bola di luar negeri dalam dua tahun terakhir, namun mereka juga menanamkan banyak uang di China.

Para pengusaha, yg disokong oleh presiden Xi Jinping yg yaitu penggemar sepak bola sudah menjawab permintaan bagi menolong pendanaan bursa olahraga domestik sampai senilai lima trilyun yuan (727,22 milyar dolar) pada 2025.

LeEco sudah berekspansi secara agresif dalam berbagai lini bisnis termasuk hiburan daring, mobil-mobil dan peralatan elektronik, ponsel pintar, serta hak-hak olahraga.

LeSports meneken kontrak berdurasi beberapa tahun pada awal 2016 senilai 2,7 milyar yuan (392,70 dolar) bagi hak-hak eksklusif terhadap Liga China dan mengumumkan rencana-rencana buat membeli saham di klub Beijing Guoan, meskipun kesepakatan itu belum selesai.

Ketua eksekutif LeEco, Jia Yueting, menyampaikan dalam surat yg diberikan oleh staf pada November di mana sang konglomerat menghadapi kerugian dan pengumuman bagi memangkas pegawai level staf di LeSports menyusul pada Desember.

Pertandingan-pertandingan putaran selanjutnya Liga Champions Asia mulai dimainkan pada Selasa dan Rabu, dan pembatalan kontrak mampu berdampak pada rencana-rencana buat menyiarkan pertandingan melawan Shanghai SIPG dan klub Australia Western Sydney Wanderers.

(Uu.H-RF/A020)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Komentar Anda

You might also likeclose