Monday , September 25 2017
Topik Terhangat

Mengenal Teknologi “Fast Charge” Dan “Sensor Kamera Pintar” Dari Oppo

Mengenal Teknologi Fast Charge Dan Sensor Kamera Pintar Dari Oppo

KOMPAS.com – Teknologi pengisian baterai cepat alias fast charging adalah salah sesuatu fitur yg akan banyak diterapkan di smartphone bikinan berbagai pabrikan, tidak terkecuali pula Oppo.

Perusahaan yang berasal China ini memiliki teknologi fast charging bernama Voltage Open Loop Multi-step Constant-Current Charging (VOOC). Pada Mobile World Congress 2016 di Barcelona, Spanyol, Februari tahun lalu, fitur tersebut diperbarui menjadi Super VOOC.

Dibanding teknologi VOOC terdahulu yg bisa mengisi 75 persen kapasitas baterai perangkat dalam 30 menit, kerja Super VOOC lebih cepat dalam hal charging.

Super VOOC sanggup mengisi baterai berkapasitas 2.500 mAh dari kondisi kosong hingga 100 persen penuh, cuma dalam waktu 15 menit sehingga diklaim sebagai sebagai teknologi fast charging tercepat di dunia.

Apa rahasianya? Berbeda dari teknologi fast charging besutan pihak yang lain yg umumnya menerapkan pengisian baterai dengan voltase tinggi, Super VOOC justru mengandalkan voltase rendah di kisaran 5V yg aman dan sesuai dengan standar untuk charging smartphone.

Penggunaan voltase rendah itu dipadukan dengan algoritma pulse-charge yg secara dinamis mengatur arus buat mengisi baterai perangkat dalam waktu singkat.

Menurut keterangan dari pihak Oppo, sebagaimana dirangkum KompasTekno, Kamis (23/2/2017), dibandingkan voltase tinggi, penggunaan voltase rendah pada Super VOOC memiliki keuntungan berupa suhu perangkat yg lebih dingin.

Teknologi fast charging dengan voltase tinggi memerlukan konverter bagi menurunkan voltase sebelum daya dipasok ke baterai. Proses ini melepaskan banyak energi dalam bentuk panas sehingga tak efisien.

Keuntungan yang lain dari Super VOOC yg adem, ponsel dapat tetap nyaman dipakai selagi mengisi baterai, baik buat menonton video, browsing, ataupun bermain game tanpa membuat tangan pengguna kepanasan.

Dengan teknologi fast charging lain, ponsel mulai beralih ke mode pengisian biasa (bukan fast charging) apabila dipakai ketika sedang terhubung ke charger. Ini diperlukan buat mencegah panas supaya tak terlalu tinggi.

Teknologi Super VOOC diwujudkan melalui kombinasi tiga komponen, yakni baterai macam baru dengan komposisi kimia rahasia, charger dengan hardware kelas militer (military grade) yg didesain tangguh, dan kabel khusus (USB Type-C atau micro-USB).

SmartSensor penstabil gambar

Dalam kesempatan yg sama di MWC 2016, Oppo turut memperkenalkan inovasi kedua berupa teknologi penstabil gambar (optical image stabilizer, OIS) buat kamera ponsel. Fitur bernama SmartSensor ini pun menganut mekanisme berbeda dibandingkan teknologi yang lain yg sejenis.

OIS di dunia kamera biasanya terdiri dari beberapa tipe, yakni yg diterapkan di lensa dan sensor. Smartphone umumnya menerapkan OIS di bagian lensa karena keterbatasan tempat di modul kamera yg kecil.

OIS di lensa bekerja dengan motor coil yg menggerakkan elemen-elemen lensa ke arah yg berlawanan dari goyangan buat menstabilkan gambar, seperti mampu dilihat dalam video ilustrasi di bawah.

Dengan SmartSensor dari Oppo yg memakai teknologi micro-electro-mechanical system (MEMS), tugas menstabilkan gambar dari goyangan ini dipindahkan dari lensa ke sensor kamera.

Alih-alih menggerakkan komponen lensa, sensorlah yg melakukan hal tersebut buat meredam goyangan. Prinsip serupa sebelumnya telah dipakai di dua kamera digital (DSLR dan mirrorless) yg memakai penstabil gambar berbasis sensor (In-Body Image Stabilizer/IBIS).

Bedanya dengan IBIS di kamera digitral, teknologi MEMS membuat SmartSensor berukuran sangat kecil sehingga mampu ditempatkan di dalam modul kamera smartphone. Ketebalannya disebut sebanding dengan beberapa lembar kertas. SmartSensor pun diklaim sebagai image stabilizer terkecil di dunia buat perangkat macam apapun.

Lalu, manfaat apa yg didapat dengan memindahkan image stabilizer dari lensa ke sensor? Ada dua keuntungan dari hal ini.

Pertama, OIS pada lensa cuma dapat mengoreksi goyangan di beberapa sumbu, yakni pitch axis dan yaw axis. SmartSensor dapat mengoreksi goyangan di sumbu lain, yakni roll axis, di samping pitch dan yaw sehingg dapat meredam dengan lebih efektif.

Mengenal Teknologi Fast Charge Dan Sensor Kamera Pintar Dari OppoGSM Arena Ilustrasi tiga sumbu gerakan (pitch, yaw, dan roll) yg dapat dikoreksi oleh SmartSensor.

Kedua, SmartSensor dapat bekerja dengan sangat cepat. OIS di lensa biasanya memiliki jeda “start up” setidaknya 50 milidetik sebelum akan bersiap meredam goyangan. Proses serupa pada SmartSensor cuma memakan waktu 15 milidetik.

Ketiga, OIS di lensa umumnya memiliki tingkat presisi antara 3 hingga 5 mikrometer, sementara SmartSensor dapat mengoreksi getaran hingga 0,3 mikrometer, atau 10 kali lebih akurat.

Ukuran tiap fotodioda (pixel) pada sensor kamera biasanya berkisar di angka 1 mikrometer. Ini berarti SmartSensor bisa membuat koreksi pada skala cuma sepertiga pikse. Stabilisasi pixel-level ini yaitu yg pertama kali diterapkan di smartphone.  

Terakhir, yg tidak kalah penting, SmartSensor memiliki konsumsi daya lebih rendah dibandingkan OIS pada lensa yg memakai motor coil. Penggunaan listrik SmartSensor cuma berkisar di angka 10 miliwatt atau 50 kali lebih rendah dari OIS berbasis lensa.

Dengan berbagai kelebihan di atas SmartSensor diklaim bisa menghasilkan tangkapan gambar yg tajam, bebas buram akibat goyangan di situasi yg kurang ideal sekalipun, misalnya di malam hari atau ketika menonton konser musik.
Sumber: http://tekno.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose