Monday , September 25 2017
Topik Terhangat

Pemerintah Diharapkan Lakukan Upaya Diplomasi Maksimal Dengan Raja Salman

Pemerintah Diharapkan Lakukan Upaya Diplomasi Maksimal Dengan Raja Salman

JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Meutya Viada Hafid berharap pemerintah mampu melakukan upaya diplomasi maksimal dengan kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud. Upaya diplomasi tersebut dikerjakan antar beberapa negara yg berpenduduk mayoritas Muslim.

“Misalnya sikap terhadap perkembangan kawasan di Timur Tengah, juga komitmen bersama mendorong Palestina merdeka, dan terakhir bagi mengundang investasi Arab Saudi di Indonesia. Sejak harga minyak dunia turun, negara-negara Arab tengah melalukan diversifikasi investasi, ini peluang buat Indonesia,” ujar Meutya melalui informasi tertulis, Senin (27/2/2017).

Hubungan Indonesia dan Arab Saudi, lanjut dia, tidak selamanya terjalin dengan baik. Hubungan kedua negara diwarnai sejumlah perbedaan pendapat, seperti perbedaan terkait operasi bersama terhadap Yaman.

(Baca: Pertama Kali setelah 47 Tahun, Ini Arti Penting Kunjungan Raja Arab Saudi ke Indonesia)

Perbedaan lainnya merupakan Indonesia menjadi penengah terhadap konflik Arab Saudi dengan Iran. Hal ini membawa dampak kerawanan geopolitik di Timur Tengah, serta menimbulkan kembali konflik Sunni-Syiah yg diwakili kedua negara.

Selain itu, ada pula permasalahan terkait Tenaga Kerja Indonesia yang berada di Arab Saudi dan dua warga negara Indonesia yg ketika ini tengah menghadapi hukuman mati di negara tersebut.

Lebih jauh, kedatangan Raja Salman, kata dia, juga membawa harapan baru untuk Indonesia serta dapat dimanfaatkan buat memperkuat posisi Indonesia secara global. Kedekatan hubungan Indonesia dan Arab Saudi juga diharapkan mampu memperkuat kemerdekaan Palestina dari Israel.

(Baca: Yang Beda dari Penyambutan Jokowi bagi Raja Arab Saudi…)

“Kedatangan Raja Saudi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai negara berpenduduk Islam terbesar di dunia serta negara Islam terbesar yg melaksanakan sistem demokrasi di negaranya,” kata Politisi Partai Golkar itu.

Raja Salman mulai berada di Jakarta dari Rabu (1/3/2017) hingga Sabtu (4/3/2017). Selanjutnya, rombongan Raja Salman mulai terbang ke Bali bagi berlibur hingga Kamis (9/3/2017).

Lawatan Raja Arab Saudi yg pertama kali sejak 47 tahun ini menyertakan 1.500 orang. Raja Salman mulai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, dulu berkunjung ke Masjid Istiqlal, berpidato di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat dan menerima Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Hotel Rafles.

Kompas TV Persiapan pertunjukan sendra tari di kawasan Badung, Bali seperti ini adalah pemandangan sehari-hari buat memanjakan turis di Pulau Dewata. Namun, dapat jadi lebih istimewa seandainya nanti yg hadir di sini adalah rombongan Raja Arab Saudi. Yaâ?¦ Pulau Dewata tengah siap menyambut rombongan Raja Salman dari Arab Saudi, yg mulai berada di Bali selama 5 hari, dari 4 hingga 9 Februari 2017. Meski ada rombongan Kerajaan Arab Saudi, Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyatakan tak ada penutupan area khusus atau pun sterilisasi, agar wisatawan yang lain tak merasa terganggu. Lalu, kira-kira lokasi mana saja yg mulai dikunjungi Raja Arab Saudi dan rombongannya? Sementara itu, menurut ikatan agen tour dan perjalanan Indonesia, rombongan Raja Arab Saudi mulai menginap di 4 hotel di kawasan Nusa Dua, Bali, yakni St Sun Regis, Ritz-Carlton, Laguna, dan Hilton. Kunjungan Raja Arab Saudi tidak jarang membawa rombongan yg tak sedikit. Seperti tayangan ini, ketika Raja Salman mengunjungi Jepang pada 2014 lalu. Hubungan Indonesia dengan Arab Saudi selama ini masih terjaga dengan baik. Selain kunjungan kenegaraan, kedatangan Raja Salman ke Indonesia kali ini juga membawa investasi 94 triliunan rupiah.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose