Sunday , June 25 2017
Topik Terhangat

Kerja Sama Dengan Polri, Arab Saudi Butuh Peran RI Perangi Terorisme

Kerja Sama Dengan Polri, Arab Saudi Butuh Peran RI Perangi Terorisme

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo mengatakan, kerja sama antara Indonesia dan Arab Saudi dalam memerangi terorisme memamerkan bahwa ancaman terorisme kini semakin serius.

Polri dan Kepolisian Arab Saudi sepakat bekerja sama memerangi terorisme dan radikalisme. 

Kesepakatan kerja sama itu segera ditandatangani oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kepala Kepolisian Kerajaan Arab Saudi Usman al Mughrij, di Istana Bogor, Rabu (1/3).

“Sebelum kesepakatan itu ditandatangani, Raja Salman juga sudah mengutus Usman al Mughrij, menemui Jenderal Tito di Jakarta pada Selasa 28 Februari 2017. Keduanya membahas strategi menangkal potensi ancaman terorisme,” papar Bambang, melalui informasi tertulis, Minggu (5/3/2017).

Oleh karena itu, menurut dia, penguatan unit-unit antiteror seperti Detasemen Khusus 88 Polri yaitu hal yg mendesak.

Indonesia dan Arab Saudi sepakat memerangi kejahatan lintas negara.

Bambang menyebutkan, ada belasan poin kesepakatan. 

Akan tetapi, prioritasnya adalah merespons terorisme masa kini.

Hal itu juga diungkapkan Duta Besar Arab Saudi bagi Indonesia, Osama Mohammad Abdullah Alshuaibi.

Menurut Osama, yg terpenting adalah kesepakatan memerangi ISIS. Polri dan Kepolisian Kerajaan Arab Saudi juga merumuskan strategi memerangi terorisme dan pendanaannya.

Bambang menilai, pilihan Arab Saudi buat menjadikan Polri sebagai mitra mencerminkan kepercayaan dan pengakuan mulai kompetensi dan kualifikasi Polri memerangi terorisme.

Kerja sama kedua institusi ini termasuk dalam 11 nota kesepahaman yg telah disiapkan bagi ditantangani dalam rangkaian kunjungan Raja Salman.

“Apalagi, momen penandatanganannya disaksikan segera oleh Raja Salman dan Presiden Joko Widodo. Ketika berpidato di Dewan Perwakilan Rakyat pun Raja Salman menekankan pentingnya kerja sama menghadapi terorisme,” papar Bambang. 

Bambang menilai, kerja sama Indonesia dan Arab Saudi juga memamerkan bahwa komunitas internasional mengharapkan peran signifikan Indonesia dalam merespons jaringan ISIS.

Ia juga berharap kerja sama ini menginspirasi Dewan Perwakilan Rakyat yg tengah merevisi Undang-undang (UU) Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Salah sesuatu yg diwacanakan buat direvisi adalah akses buat perluasan wewenang dan keleluasaan negara menindak siapa saja yg terindikasi sebagai teroris.

“Lagi pula, teroris masa kini selalu mengembangkan kemampuan sejalan dengan perkembangan teknologi modern, serta dapat membentuk sindikasi melalui bentang jaringan di berbagai negara,” kata Bambang.

Kompas TV Raja Salman Bin Abdulaziz sudah bertolak ke Bali, seusai melakukan rapat kenegaraannya. 11 nota kesepahaman sudah ditandatangani kemarin (4/3), bagi kerja sama di beragam bidang. Demi menindaklanjuti hasil kesepakatan yg sudah ditandatangani, pemerintah Indonesia dan Arab Saudi mulai membentuk tim kelanjutan MOU. Nota kesepahaman sudah ditandatangani. Hal ini pula yg diharapkan tidak terlupakan di tengah euforia menyambut Raja Salman di tanah air. 11 MOU antara pemerintah Indonesia dan kerajaan Arab Saudi dinilai Fadli Zon sebagai momentum yg baik buat Indonesia. Namun, dirinya khawatir pemerintah lemah dalam mengeksekusi nota kesepahaman yg sudah disepakati. Nilai investasi ini diharapkan mampu terwujud buat kemakmuran bangsa Indonesia dan Indonesia menjadi negara yg terpercaya buat berinvestasi.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose