Wednesday , August 23 2017
Topik Terhangat

Sentilan Organda Soal Penolakan Penetapan Tarif Taksi “Online”

Sentilan Organda Soal Penolakan Penetapan Tarif Taksi Online

Jakarta, KompasOtomotif – Tiga perusahaan penyedia jasa taksi aplikasi, yakni Grab, Uber, dan Go-Jek, menyatakan keberatan mengenai adanya pembatasan tarif atas dan bawah. Dalam surat yg diterbitkan pada 17 Maret 2017 lalu, ketiganya menyebutkan adanya penetapan tarif tak sejalan dengan semangat buat menghadirkan kesepadanan harga.

Menanggapi hal ini, Sekertaris Jenderal Dewan Pempunan Pusat Organisas Angkutan Darat (Organda) Ateng Haryono, menegaskan bahwa pengaturan tersebut diciptakan bagi kesetaraan dan telah menjadi kebijakan pemerintah.

“Tujuan ditetapkan agar tak terjadi interpretasi berbeda dari pemain lain, lebih lanjutnya agar terjadi kesetaraan. Bicara soal tarif kami mengacu pada undang-undang saja yg memang berhak mengatur tarif,” ucap Ateng ketika dihubungi KompasOtomotif, Rabu (22/3/2017).

Secara platform, lanjut Ateng, Grab, Uber, dan Go-Jek mengklaim dirinya sebagai perusahaan teknologi (IT) bukan angkutan umum. Penetapan tarif itu berdasarkan kesepakatan penyedia jasa dan end user dalam hal ini masyarakat. Tapi kenyataannya perusahaan teknologi juga memutuskan tarif, contoh ketika jam-jam sibuk dan non-sibuk, ini telah melanggar.

Sentilan Organda Soal Penolakan Penetapan Tarif Taksi OnlineKOMPAS.com/YOGA SUKMANA Desain stiker taksi online dari Kementerian Perhubungan

“Apa yg telah diatur tak boleh dilangar, kami bicara dari sudut legal standing saja. Mereka bukan perusahaan angkutan umum, karena klaimnya perusahaan teknologi, jadi tak boleh memutuskan tarif apalagi sampai merekrut pengemudi,” papar Ateng.

Baca : Menteri Perhubungan : Regulasi Jadi Pintu Perbaikan Pelayanan

Ateng menegaskan, sebenarnya tujuan dari penetapan tarif dan aturan lainnya yaitu win-win solution baik bagi transportasi konvensional maupun berbasis aplikasi. Selain agar keduanya tetap mampu berbisnis, hal yg paling penting adalah memberikan keuntungan bagi masyarakat.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose