Sunday , June 25 2017
Topik Terhangat

Waspada, Tawaran 1 Tahun Gratis Telkomsel 4G Yang Beredar Di Facebook

Waspada, Tawaran 1 Tahun Gratis Telkomsel 4G Yang Beredar Di Facebook

KOMPAS.com – Scam atau penipuan di Whatsapp kembali beredar di kalangan pengguna di Indonesia, kali ini yg menjadi korban adalah pengguna layanan operator seluler Telkomsel.

Pembuat scam ini cukup cermat mengamati kehausan para pengguna seluler atas kebutuhan data dan menjanjikan “data tidak terbatas”, ditambah lagi embel-embel tambahan gratis sesuatu tahun. Seperti biasanya, korban mulai digiring buat melakukan sharing ke kontak-kontak dan grup WhatsApp yg diikutinya.

Yang cukup mengkhawatirkan, banyak korban yg percaya, sampai-sampai bukan saja menyebarkan ke group/kontak WhatsAppnya saja, tapi juga menyebarkan melalui wall Facebook-nya.

Gambar 1, Scam Whatsapp Telkomsel yg disebarkan juga melalui Facebook

Pesan penipuan ini mulai disebarkan melalui Whatsapp dengan pesan sebagai berikut :

“Berita baik bagi Telkomsel  Pengguna
Telkomsel Sim Aktifkan data tidak terbatas dengan * Tambahan 1 TAHUN GRATIS * dengan validitas terbatas 4G sampai Desember 2017 Klik disini bagi mengaktifkan Sekarang  www.telkomsel4g.com
Berbagi dengan teman dan kelompok sehingga mereka juga mampu mendapatkan tambahan 1 tahun Free. Terima kasih teman-teman!”

Broadcast ini dipastikan bersifat menipu, karena dua hal, dasar utamanya adalah konfirmasi dari pihak Telkomsel kepada salah sesuatu anggota Hoax Buster Vaksincom di Group Telegram https://t.me/joinchat/AAAAAAkvdKmZyuPrWmcFgw.

Telkomsel memberikan konfirmasi bahwa situs resmi Telkomsel adalah www.telkomsel.com dan situs Telkomsel 4G resmi adalah www.telkomsel.com/4g-lte

Klarifikasi Telkomsel

“Sehubungan dengan adanya website yg menawarkan promo layanan data dan suara yg tidak terbatas untuk pelanggan Telkomsel yg melakukan aktivasi/migrasi kartu 4G, bisa kita informasikan bahwa hal itu tak benar dan mempunyai potensi tindakan penipuan,” kata GM External Corporate Communications PT. Telkomsel, Denny Abidin, kepada KompasTekno, Kamis (30/3/2017).

Telkom menyarankan pelanggan bagi melakukan upgrade ke kartu 4G melalui Smartphone Corner, MyGraPARI (self-service machine), atau GraPARI. Pelanggan juga bisa melakukan upgrade ke kartu 4G secara online dengan mengakses www.telkomsel.com yg menjadi satu-satunya online channel bagi upgrade ke kartu 4G.

Pemilihan situs telkomsel4g.com oleh penipu mampu dikategorikan cukup cerdik dan untuk penerima scam yg kurang teliti, kemungkinan besar mulai yakin pada situs tersebut.

Menurut pantauan Vaksincom, ketika ini domain tersebut tercatat memakai keterangan dan kontak dari India, namun pada 2011, domain tersebut pernah dimiliki oleh owner yg berdomisili di salah sesuatu Mal IT di Jakarta Selatan.

Tata bahasa yg digunakan oleh scam ini kelihatan tak sempurna dan kemungkinan pembuat scam ini memakai program penerjemah.

Terlihat dari salah sesuatu kotak dialog yg seharusnya berbunyi “Share di WhatsApp” (maksudnya berbagi di WhatsApp) namun dituliskan “Saham di WhatsApp”

Motivasi scammer

Adapun motivasi dari pembuat scam ini adalah buat mendapatkan keuntungan dari iklan yg di klik oleh pengaksesnya. Iklan Adwords yg ditampilkan seandainya di-klik mulai memberikan keuntungan finansial pembuat Scam

Selain itu, seandainya korbannya berhasil dikelabui dan menyebar pesan ke lima kontak WhatsApp atau tiga grup WhatsApp, maka iklan terakhir yg mulai muncul (pada ketika pengetesan Vaksincom) adalah instalasi salah sesuatu aplikasi Android “UC News”.

Waspada, Tawaran 1 Tahun Gratis Telkomsel 4G Yang Beredar Di Facebookist Scam Telkomsel yg meminta instalasi UC News

Kelihatannya pembuat scam ini berusaha keras meyakinkan korbannya buat meng-install aplikasi tersebut dan mengklaim “UC News” sebagai sponsor dari event ini.

Layar konfirmasi scam yg meminta pengaksesnya menginstal aplikasi. Tidak diketahui sejauh mana keterlibatan UC News yg diklaim oleh scam ini, dapat saja mereka menjadi korban pembuat scam dan tak mengetahui apa pun mengenai aktivitas scam ini.

Pemasang iklan memang perlu berhati-hati, apalagi seandainya aplikasinya kadang menjadi sasaran pembuat iklan yg memakai cara-cara tak etis. Contohnya menarik pengguna dengan menampilkan iklan konten dewasa.

Hal ini memberikan kesan seolah-olah pembuat aplikasi mendukung penyebaran konten dewasa dan scam.

Peran aktif pemasang iklan baik di Google Adwords ataupun aplikasi mulai turut menekan penyebaran scam yg bermotivasi mendapatkan keuntungan finansial dari iklan dan instalasi aplikasi.
Sumber: http://tekno.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose