Tuesday , August 22 2017
Topik Terhangat

Strategi BlackBerry Di Indonesia Tuai Pujian

Strategi BlackBerry Di Indonesia Tuai Pujian

KOMPAS.com – Pemegang saham terbesar BlackBerry, Fairfax Financial, memuji keputusan CEO BlackBerry, John Chen, yg menetapkan BlackBerry melisensi software dengan vendor lokal di Indonesia.

Dalam surat setebal 24 halaman yg dibuat oleh CEO sekaligus Chairman Fairfax Financial, Prem Watsa, Chen dianggap sukses dengan strategi tersebut dan membawa kinerja keuangan BlackBerry mendekati titik impas.

Dikutip KompasTekno dari CrackBerry, Kamis (30/3/2017), bagian terbaik dari perjanjian lisensi itu adalah BlackBerry menerima royalti buat setiap unit perangkat smartphone yg dijual di Indonesia.

Di sisi lain, BlackBerry tidak perlu lagi repot-repot memikirkan soal inventaris, pemasaran, dan rantai pasokan. BlackBerry cuma butuh memasok software ke pabrikan yg tepat. Selain di Indonesia, BlackBerry juga melakukan hal yg sama di China dan India.

Di Indonesia, BlackBerry bekerja sama dengan PT BB Merah Putih dan merek lokal Tiphone menghadirkan perangkat Android BlackBerry Aurora pada awal Maret 2017 lalu.

Perangkat Android pertama yg diproduksi di Indonesia ini dirakit di Bekasi dengan kapasitas produksi 100.000 unit per bulan.

Selain itu, BlackBerry juga melisensi layanan pesan instan BlackBerry Messenger (BBM) ke grup media Emtek pada akhir 2016 lalu. Perjanjian senilai Rp 2,7 triliun ini membuat grup Emtek dapat menyalurkan beragam konten dan layanannya.

Surat dari Watsa mengakui peran utama Chen yg membawa BlackBerry di masa transisi, dari perusahaan hardware menjadi software dan penyedia layanan.

Bisnis manufaktur smartphone BlackBerry diketahui merugi dan keuangannya berdarah-darah dalam dua tahun terakhir. Diversiasi layanan ini menjadi strategi Chen bagi mengembalikan kejayaan BlackBerry.

Baca: Beli BlackBerry Aurora Sekarang atau Tunggu Nokia 6?

Sumber: http://tekno.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose