Wednesday , June 28 2017
Topik Terhangat

Presiden Ingin “tembang Macapat” Diajarkan Kepada Anak-anak

Presiden Ingin tembang Macapat Diajarkan Kepada Anak anak

Temanggung (ANTARA News) – Presiden Joko Widodo ingin agar lagu-lagu Jawa seperti tembang macapat diajarkan kepada anak-anak terutama di daerah Jawa karena yaitu budaya asli Indonesia.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Penyerahan Kartu Indonesia Pintar kepada siswa di Kabupaten Temanggung yg digelar di Gedung Pemuda Kabupaten Temanggung, Sabtu.

“Tembang macapatan yaitu budaya kami sehingga anak-anak harus diberi tahu,” kata Presiden.

Oleh karena itu, setiap kunjungan kerjanya terutama di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya, Presiden terus bertanya kepada siswa-siswa yg dijumpainya tentang siapa yg mampu menyanyikan lagu Jawa atau nembang macapat.

Mantan Walikota Solo itu mulai meminta siswa yg mengaku mampu menyanyikan lagu Jawa agar membawakannya di panggung kemudian Presiden mulai menghadiahi mereka sepeda.

Sebagaimana yg dikerjakan di Kabupaten Temanggung, beberapa siswa yg mengaku mampu menyanyikan lagu Jawa diminta tampil ke depan.

Siswa pertama bernama Karen yg bersekolah di SMP N 2 Temanggung menyanyikan tembang macapat Gambuh.

Presiden meminta hadirin bertepuk tangan ketika Karen menyanyikan lagu Gambuh.

“Apa itu filosofinya, artinya?” Tanya Presiden.

“Menceritakan kondisi seseorang yg ingin menikah,” jawab Karen.

“Bener? Diambil sepedanya,” kata Presiden disambut tepuk tangan riuh hadirin, Karen pun girang saking senangnya.

Siswa kedua yg menyanyikan lagu Jawa yakni Uswatun Khasanah dari SMK N1 Temanggung.

Ia pun menyanyikan Gambuh pada lirik yg berbeda.

Saat ditanyakan artinya oleh Presiden Uswatun dengan lantang menjelaskan.

“Pesannya mengajarkan kami bagi menyembah empat perkara, supaya hidupnya lebih baik, cipta jiwa rasa harus dipadukan supaya jiwa kami terjamin, supaya jiwa kalian tak cuma di dunia tetapi di akhiratnya,” kata Uswatun.

Jawaban itu pun disambut tepuk tangan riuh hadirin dahulu Presiden memberikannya hadiah sepeda.

Presiden dulu memanggil siswa-siswa yang lain yg mampu pencak silat, menyebutkan nama-nama provinsi, dan menyebutkan nama-nama suku dulu juga memberikan hadiah sepeda kepada mereka.

“Pesan aku belajar yg baik, tugas anak-anak adalah belajar yg baik agar masa depan kami baik dan kami nanti sumber daya manusia Indonesia dapat bersaing dengan negara-negara yang lain karena persaingan 10-20 tahun yg mulai tiba sangat ketat sekali anak-anak harus belajar dan jangan lupa beribadah dan berolahraga,” kata Presiden.

Pada kesempatan itu dibagikan 1231 KIP terdiri SD 425, SMP 268, SMA 103, SMK 232, Paket B 52, dan Paket C 151 orang.

Editor: Unggul Tri Ratomo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Komentar Anda

You might also likeclose