Tuesday , August 22 2017
Topik Terhangat

Donnaruma, Dari Dilempari Uang Mainan Hingga Terima Ancaman Pembunuhan

Donnaruma, Dari Dilempari Uang Mainan Hingga Terima Ancaman Pembunuhan

Jakarta (ANTARA News) – Penjaga gawang muda berbakat Italia, Gianluigi Donnarumma, tengah menjalani polemik terkait keinginannya pergi dari AC Milan, klub yg mengorbitkan namanya.
Punya agen semacam Mino Raiola, yg juga mengurusi nama-nama pesohor seperti Paul Pogba, Romelu Lukaku, Mario Balotelli dan Zlatan Ibrahimovic, menjadi keuntungan sekaligus kerugian untuk Donnarumma.
Keuntungannya, Donnaruma berkesempatan mendapatkan nilai kontrak dengan jumlah digit yg tidak sedikit, meskipun tentu saja Raiola juga mengutip uang lelah yg tidak sedikit dari kesepakatan-kesepakatan yg ada.
Kerugiannya, reputasi buruk Raiola terutama di antara para penggemar membuat Donnaruma menjadi sasaran empuk buat kemarahan pendukung atas sepak bola kiwari yg tidak jauh-jauh dari masalah kapital.
Setelah Donnaruma mengkonfirmasi ia tak mulai memperpanjang kontraknya dengan AC Milan yg habis tahun depan, penjaga gawang berusia 18 tahun itu mendapat kejadian memalukan ketika membela timnas Italia melawan Denmark dalam Kejuaraan Eropa Kelompok Usia di bawah 21 tahun (U-21).
Sejumlah pendukung Italia melemparkan uang kertas mainan ke gawang yg di kawal Donnarumma, hingga pertandingan sempat dihentikan sejenak demi memberikan kesempatan petugas lapangan membersihkan uang-uang kertas mainan di mulut gawang itu.
Pelemparan uang mainan itu seolah menjadi kelanjutan dari pernyataan sejumlah pendukung ultras Milan, Curva Sud, yg meminta klub kesayangan mereka membekukan Donnarumma.
Pelemparan uang mainan dan kecaman dari Curva Sud mungkin tidak cukup menggentarkan kebulatan tekad Donnarumma meninggalkan Milan, namun Raiola kepada sejumlah media sebagaimana dilansir ESPN mengklaim bahwa kliennya menerima ancaman pembunuhan selama proses negosiasi kontrak.
Ancaman pembunuhan terhadap Donnarumma dan juga keluarganya, dijadikan Raiola sebagai alasan penting buat penjaga gawang masa depan Italia itu meninggalkan Milan, meskipun tentu saja Raiola juga mulai mendapatkan cipratan uang yg tidak sedikit dari kesepakatan kontrak sang klien dengan klub baru.
“Kami mengambil keputusan yg tak ingin kalian ambil. Ini bukan soal uang. Kami diancam. Keluarga Donnarumma diancam, bahwa ia tak mulai mampu bermain lagi dan diancam dibunuh. Anda tak mampu menahan pemain pergi dengan mengancamnya,” kata Raiola, meskipun tidak memberikan bukti keras apapun mengenai klaim ancaman terhadap Donnarumma tersebut.
Saga Donnarumma, agaknya mulai masih mewarnai bursa transfer musim panas kali ini, meski Milan seharusnya tak perlu ambil pusing, karena mereka masih memiliki Alessandro Plizarri yg baru-baru ini tampil cemerlang buat timnas Italia U-20 dalam drama adu penalti buat memastikan tempat ketiga Piala Dunia.
Loyalitas memang hal yg langka di keadaan sepak bola kiwari, lagipula para pendukung Milan juga bersorak saat timnya yg didukung pemilik baru bergerak aktif telah mengamankan empat pemain anyar bahkan saat bulan Juni belum memasuki tanggal tua.

Penerjemah: Gilang Galiartha

Editor: Monalisa

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Komentar Anda

You might also likeclose