Friday , August 18 2017
Topik Terhangat

Parfi ’56 Siap Bentuk Cabang Di Ambon

Parfi 56 Siap Bentuk Cabang Di Ambon

Ambon (ANTARA News) – Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) 56 bersiap membentuk cabang di Ambon buat membangun dunia seni peran dan meningkatkan geliat industri perfilman di kota tersebut.

“PARFI 56 mulai di Maluku, di ibu kotanya, kalian sedang menyusun kepengurusan bagi persiapan dan setelah itu pelantikan juga,” kata artis Wanda Hamidah, Wakil Sekjen I PARFI 56, di Ambon, Jumat.

Wanda berada di Ambon karena keterlibatan PARFI 56 dalam pelaksanaan Festival Jembatan Merah Putih (FJMP) pada 19 Agustus 2017, khususnya buat pelaksanaan talkshow dan “Nonton Bareng Film Indonesia” yg mulai dipusatkan di Universitas Pattimura.

Kegiatan itu sendiri mulai menghadirkan narasumber dari PARFI 56, Kadin Indonesia, akademisi, sutradara dan artis Indonesia, juga melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Ambon.

Menurut Wanda, potensi Maluku di bidang entertaimen, khususnya dunia tarik suara telah tak diragukan lagi, tak cuma di tingkat nasional, tetapi juga internasional.

Hadirnya PARFI 56 di Ambon mulai tidak mengurangi potensi SDM lainnya di Maluku buat bidang entertainmen.

Karena itu, langsung setelah PARFI 56 terbentuk di Maluku, berbagai program terkait pembangunan sumber daya manusia (SDM) di bidang seni peran dan peningkatan industri perfilman mulai dilaksanakan.

Kegiatan-kegiatan yg mulai dipaketkan menjadi program tahunan di Ambon, di antaranya adalah “coaching clinic” tentang film dan seni peran, termasuk workshop dengan menghadirkan pelatih-pelatih berkompeten dari Jakarta bagi membentuk SDM di tingkat lokal.

“Kami juga ingin manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat, terutama dalam membangun seni peran. Ke depannya talkshow yg mulai kami adakan bukan bagi mahasiswa saja tetapi juga bagi masyarakat umum,” ucapnya.

Ia menambahkan, sejalan dengan program pemerintah bagi membangun dari timur, PARFI 56 secara khusus ingin geliat perfilman juga sampai ke kawasan timur Tanah Air, sehingga masyarakat di sana tak cuma menjadi penikmat film tetapi juga mampu berkontribusi dan mejadi pelaku dalam industri tersebut.

“Menggeliatkan industri ini bukan cuma potensi sumber daya alam yg dipakai tetapi sumber daya manusianya juga harus dilatih lagi, kalau ada pengusaha-pengusaha di Maluku juga mari sama-sama kalian investasi ke film tetapi investasinya ke film,” ujarnya.

Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Komentar Anda

You might also likeclose