Ford pertimbangkan opsi Mustang hybrid 4 pintu

Jakarta – Jajaran Mustang Ford, yang dimaksud itu saat ini terdiri dari model coupe, convertible, serta crossover listrik Mach-E, diprediksi akan segera mendapatkan tambahan varian baru, yakni sedan sport empat pintu bertenaga hybrid, seperti yang digunakan diisyaratkan oleh CEO Ford Jim Farley.

Kesuksesan global Mustang dua pintu, yang dimaksud dimaksud saat ini merupakan coupe terlaris pada tempat dunia, sudah pernah memotivasi perusahaan untuk memperluas silsilah keluarga, sekaligus mempertimbangkan versi yang mana tambahan tinggi berfokus pada performa dari mobil tersebut.

Dalam hal powertrain, perusahaan bertujuan untuk mempertahankan produksi mesin V8 serta gearbox manual selama mungkin. Selain itu, dia juga terbuka untuk merangkul masa depan hybrid untuk papan nama Mustang.

Namun, sang CEO sudah pernah dilaksanakan mengesampingkan kemungkinan Mustang yang hal itu sepenuhnya bertenaga listrik, dengan pengecualian pada Mach-E yang tersebut yang sudah tersedia, lapor Carscoops, Jumat (17/5).

Jim Farley menyatakan keterbukaannya terhadap konsep Mustang empat pintu, asalkan tetap menjunjung tinggi performa kemudian sikap aslinya.

“Kami tiada akan pernah menghasilkan Mustang yang digunakan mana bukan Mustang. Sebagai contoh, bukan akan pernah ada ruang untuk SUV Ford kecil dua baris dengan lencana Mustang menempel dalam dalam atasnya. Tapi bisakah kita mengeksplorasi bentuk bodi Mustang lainnya – seperti empat pintu atau sejenisnya? Saya yakin kami bisa, selama model-model ini miliki semua performa serta juga sikap seperti aslinya,” kata Farley.

Ford Mustang empat pintu dapat bersaing dengan Dodge Charger, yang mana dimaksud akan ditawarkan dalam bentuk coupe juga sedan dalam bentuk ICE (mobil bensin) serta EV.

Farley mengisyaratkan pendekatan ekonomis untuk meningkatkan kinerja dengan berfokus pada pengurangan bobot mobil. Khususnya, Ford telah lama terjadi menggoda tambahan “fun to drive” lainnya untuk jajaran Mustang untuk tahun 2025, meskipun detail spesifiknya masih belum diumumkan.

Mustang adalah mobil berotot bertenaga V8 terakhir yang mana masih dijual, kemudian Farley ingin mempertahankannya “selama Tuhan lalu para politisi mengizinkannya”.

Ford lebih lanjut tinggi unggul dalam hal ini dibandingkan dengan produsen mobil yang mana mana lebih banyak tinggi kecil, dengan memanfaatkan jajaran kendaraan listriknya untuk menyeimbangkan emisi armada serta mempertahankan produksi V8.

Selain mesin V8 tradisional juga pengaturan gearbox manual, produsen mobil ini juga mempertimbangkan tenaga hibrida untuk Mustang.

“Kami telah dilakukan terjadi melakukan pengujian dan juga juga kami benar-benar yakin powertrain listrik parsial (hybrid) bekerja dengan baik untuk pengemudi yang digunakan berkinerja baik,” ujar Farley.

Terlepas dari keterbukaan terhadap elektrifikasi ini, Farley dengan tegas menentang gagasan powertrain listrik sepenuhnya untuk Mustang, meskipun perusahaan sudah pernah menawarkan crossover listrik Mustang Mach-E.

“Satu hal yang digunakan mampu saya janjikan adalah kami tiada akan pernah menghasilkan Mustang yang mana sepenuhnya listrik. Saya melihat pengguna tenaga listrik murni lainnya seperti Formula E, kemudian bahkan perusahaan seperti Rimac, serta saya rasa hal itu tidaklah ada cocok untuk Mustang. Bagus untuk Ford lainnya, lihatlah kesuksesan Transit dalam seluruh dunia, tetapi bukan ada untuk Mustang.” kata dia.

 

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2024

Tinggalkan komentar