Intip taksi tanpa sopir RT6 yang siap beroperasi di Wuhan

Jakarta – Hari ini, salah satu perusahaan teknologi terbesar dalam China, Baidu, meluncurkan taksi tanpa pengemudi alias robotaxi, generasi keenam (RT6) yang digunakan yang sekarang siap digunakan di area dalam jalanan kota Wuhan.

Hal yang mana mana sangat menarik perhatian dari pengumuman ini adalah betapa murahnya nilai RT6 yang dimaksud baru. Menurut Baidu, biaya fakturnya belaka 204.600 yuan (sekitar Rp450 juta), lapor Laman Carnewschina, Rabu (15/5) waktu setempat.

Harga hal hal tersebut tambahan besar tidak ada mahal daripada mobil yang dimaksud dimaksud baru semata-mata diluncurkan seperti Xiaomi SU7 lalu juga IM L6. Harga hal itu juga 50 persen lebih lanjut tinggi hemat daripada nilai tukar robotaxi generasi sebelumnya.

Jika Anda bertanya-tanya apa masalahnya dengan tarif tersebut, Anda perlu menyadari bahwa ini adalah mobil otonom tingkat 4.

Mobil ini dilengkapi dengan 5 unit Lidar kemudian mempunyai total 40 sensor dalam 7 kategori dalam sekeliling mobil. Jarak penginderaan maksimum adalah 440 meter. Daya komputasi adalah 1200 TOPS yang dimaksud hal itu tambahan banyak dari dua kali lipat daya komputasi yang dimaksud dimaksud digunakan oleh XPeng juga Li Auto untuk sistem kemudi berbantuan mereka.

Robotaxi Apollo RT6 (ANTARA/Baidu)

RT6 diproduksi oleh JMC (Jiangling Motors Corp). JMC yang mana dimaksud berbasis dalam Provinsi Jiangxi terkenal dengan kendaraan komersial kemudian juga juga miliki perusahaan patungan dengan Ford yang tersebut digunakan memproduksi kendaraan seperti Transit, Equator juga Bronco.

Seharusnya menggabungkan elemen-elemen MPV serta SUV, RT6 mempunyai ukuran 4.765, 1.885 serta 1.715 mm (l/w/h) juga mempunyai jarak sumbu roda 2.830 mm. Mobil ini ditenagai oleh motor listrik 110 kW yang tersebut bersumber dari BYD.

Baterainya adalah lithium iron phosphate dan berada dalam kemasan yang tersebut dimaksud dapat ditukar lalu dapat diganti dalam tiga menit, ukuran akumulator saat ini tidaklah diungkapkan. Kecepatan maksimumnya adalah 135 km/jam.

Robotaxi Apollo RT6 (ANTARA/Baidu)

RT6 mempunyai pintu geser untuk memudahkan akses masuk serta keluar bagi penumpang serta pintu dapat dibuka dengan menggunakan kata sandi pada pilar-B.

Sesuai dengan banyak SUV Cina saat ini, atap serta pilarnya berwarna hitam tetapi yang mana mengejutkan, warna hitam ini juga memanjang hingga ke bak belakang hingga bumper. Di bagian depan, RT6 miliki lampu depan Starlight yang mana dimaksud mempunyai fungsi pengenalan, petunjuk lalu interaksi. Di atapnya terdapat serangkaian sensor Lidar yang dimaksud mana mencakup berbagai sudut.

Di dalam, mobil ini mempunyai empat tempat duduk dengan setir yang mana digunakan sangat sederhana kemudian pengaturan layar tengah yang dimaksud kecil.

Dua kursi penumpang belakang yang digunakan dimaksud mendapatkan kursi individu yang dimaksud miliki pemanas juga fungsi pijat 10 titik bersama dengan sandaran punggung lalu sandaran kaki yang mana dimaksud dapat disesuaikan.

Penumpang baris kedua miliki ruang kepala 998 mm, ruang bahu 1.485 mm, juga ruang kaki 920 mm serta kursi dapat direbahkan hingga 135 derajat.

Penumpang dapat mengontrol fungsi kenyamanan mobil dengan perintah suara. Keamanan dibantu oleh airbag samping juga tirai untuk penumpang.

Interior robotaxi Apollo RT6 (ANTARA/Baidu)

Rencananya, 1.000 unit robotaxi RT6 akan dikerahkan pada jalanan Wuhan pada akhir 2024. Apollo Go, unit Baidu yang mana dimaksud mengoperasikan armada robotaxi dengan cepat mendekati profitabilitas melalui kombinasi penurunan biaya serta peningkatan pesanan.

Perusahaan telah dilakukan diimplementasikan mengembangkan biosfer robotaxi yang tersebut sepenuhnya otonom (tanpa pengemudi) pada Wuhan yang digunakan berarti mampu mengelola seluruh operasi, termasuk aktivasi kendaraan, pengiriman, penukaran baterai, kontrol pembersihan, kemudian semuanya tanpa campur tangan manusia.

Pemodelan sistem perangkat lunak untuk mengemudikan RT6 berevolusi dari modul regulasi lalu pengambilan keputusan dari sistem asli menjadi sistem baru yang digerakkan oleh data kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Sistem ini seharusnya belajar dari pengemudi manusia yang mana mana berpengalaman untuk menciptakan sistem yang digunakan akan melampaui mereka.

Robotaxi Apollo RT6 berjalan dalam kota Wuhan, China (ANTARA/Baidu)

Pada RT6, Baidu Apollo sudah pernah memperkenalkan Apollo ADFM, model fondasi pertama di tempat area dunia yang digunakan mampu membantu pengemudian otonom Level 4. Dengan menggunakan kedalaman, akurasi, juga kekayaan informasi, sistem ini memaksimalkan penggambaran rintangan dalam lingkungan lalu jalan.

Sistem ini dibangun berdasarkan 100 jt kilometer atau tanggal operasi Apollo di dalam dalam dunia nyata. Selama dua tahun terakhir, armada robotaxi Apollo belaka sekali miliki 1/14 tingkat kecelakaan dari pengemudi manusia. Berbagai sistem di tempat area RT6 bertujuan untuk meningkatkan catatan keselamatan ini.

Saat ini area layanan Apollo Go mencakup 3.000 kilometer persegi di tempat tempat seluruh Wuhan lalu miliki populasi tangkapan 7,7 jt orang, yang dimaksud mencakup lebih banyak tinggi dari setengah populasi kota.

Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2024

Tinggalkan komentar